- Seorang pria 45 tahun menyerang dua warga Yahudi di Golders Green, London, pada Rabu (29/4) pukul 11.16 waktu setempat.
- Polisi Metropolitan London menangkap pelaku dan menetapkan kasus penikaman ini sebagai aksi terorisme yang tengah dalam proses penyelidikan.
- Dua korban saat ini dalam kondisi stabil setelah menderita luka tusuk akibat serangan mendadak pelaku di halte bus.
Suara.com - Seorang pria lanjut usia berusia 76 tahun menjadi korban penikaman di kawasan Golders Green, London Utara, pada Rabu (29/4) waktu setempat.
Polisi Metropolitan London menyatakan insiden tersebut kini ditangani sebagai aksi teror.
Korban pertama yang diidentifikasi adalah Moshe Shine, anggota komunitas Yahudi setempat, yang diserang saat menunggu bus untuk pulang.
Rekaman video memperlihatkan pelaku menyerangnya secara tiba-tiba di halte bus.
Menurut keluarga, salah satu luka yang diderita Moshe cukup serius dan diduga berada di bagian leher.
Meski demikian, pihak rumah sakit menyebut kondisi korban saat ini stabil.
Korban lain dalam serangan tersebut adalah Shloime Rand, 34 tahun, yang turut dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka tusuk.
Polisi mengatakan pelaku mulai menyerang warga sekitar pukul 11.16 waktu setempat.
Dilansir dari Dailumail, dalam kurun hanya empat menit, dua pria Yahudi diserang di lokasi berbeda di kawasan yang dikenal sebagai pusat komunitas Yahudi London tersebut.
Baca Juga: Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton
Kepolisian mengungkap tersangka merupakan pria 45 tahun berkewarganegaraan Inggris kelahiran Somalia. Ia kini ditahan setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit.
Polisi juga menduga tersangka terlibat dalam insiden kekerasan lain di London tenggara beberapa jam sebelum penikaman di Golders Green.
Dalam kejadian terpisah itu, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan.
Serangan ini memicu kemarahan komunitas Yahudi setempat yang menilai mereka semakin tidak aman di Inggris.
Sejumlah warga menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari meningkatnya antisemitisme.
Berita Terkait
-
Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton
-
Cedera Ringan, Mohamed Salah Dipastikan Bisa Tampil Lagi Sebelum Tinggalkan Liverpool
-
Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku
-
London Mencekam, Warga Yahudi Jadi Korban Penusukan Brutal
-
Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan