-
Donald Trump mengklaim Raja Charles III bakal mendukung Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.
-
Presiden AS mengkritik Perdana Menteri Keir Starmer yang enggan membantu operasi militer di Iran.
-
Trump mengancam keluar dari NATO karena minimnya dukungan Eropa dalam konflik dengan pihak Iran.
Suara.com - Donald Trump meyakini Raja Charles III memiliki kecenderungan untuk menyokong langkah militer Amerika Serikat dalam menghadapi agresi Iran.
Keyakinan ini muncul di tengah keraguan sang Presiden terhadap komitmen politik pemerintahan sipil Inggris saat ini.
Trump memproyeksikan bahwa arah kebijakan luar negeri London akan lebih sejalan dengan Washington jika dipengaruhi oleh visi sang Raja.
Potensi keselarasan ini tidak hanya mencakup ketegangan di Timur Tengah, namun juga menyentuh strategi pertahanan di Ukraina.
Sinyal dukungan dari takhta Inggris dianggap menjadi angin segar bagi diplomasi militer Amerika yang sedang bergejolak.
"Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran," kata Trump kepada wartawan pada Rabu (29/4).
Pernyataan tersebut secara implisit mengkritik ketidakhadiran dukungan nyata dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Trump merasa kecewa karena London sempat menolak untuk terlibat lebih jauh dalam eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Perbedaan visi ini memicu perbandingan tajam yang dilakukan Trump terhadap figur kepemimpinan Inggris di masa lalu.
Baca Juga: Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan
"Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi," kata Trump.
Ketegangan antara Trump dan Starmer tidak hanya terbatas pada urusan keamanan internasional atau perang Iran.
Presiden AS tersebut turut melontarkan kritik pedas terhadap manajemen migrasi yang diterapkan oleh pemerintahan Starmer.
Selain masalah perbatasan, sektor kebijakan energi Inggris juga menjadi sasaran ketidaksenangan pihak Gedung Putih.
Trump menilai langkah-langkah yang diambil Inggris saat ini justru menjauhkan mereka dari status mitra strategis utama.
Ketidakpuasan ini semakin memperlebar jarak komunikasi politik antara kedua negara di kancah global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif
-
Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump
-
Sudah Overload, Pembuangan Sampah DKI ke Bantargebang Bakal Dipangkas 50 Persen
-
China Luncurkan Hiu Biru, Jet Tempur Siluman Penantang Pesawat F-35 Amerika Serikat
-
Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar
-
Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
-
Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam
-
Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
-
Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali