Suara.com - Indonesia berpotensi menciptakan hingga 10,19 juta lapangan kerja hijau pada 2060, dengan sektor energi terbarukan. Menurut studi terbaru Koaksi Indonesia surya dan tenaga air,menjadi penyumbang terbesar.
Dalam diseminasi riset yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4/2026), disebutkan bahwa potensi tersebut berkisar antara 6,31 hingga 10,19 juta pekerjaan bersih seiring percepatan transisi energi nasional. Lonjakan ini sejalan dengan target kapasitas listrik dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang diproyeksikan mencapai 474,06 gigawatt (GW) hingga 687,75 GW pada 2060.
Dari total tersebut, subsektor energi surya diperkirakan menjadi kontributor terbesar dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 1,86 hingga 4,57 juta orang. Sementara itu, tenaga air menyusul dengan proyeksi 1,79 hingga 2,36 juta pekerjaan.
Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, Dr. Nur Hyglawati Rahayu, menegaskan bahwa potensi ini harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Pekerjaannya boleh hilang, tapi tenaga kerjanya nggak boleh kehilangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, transisi menuju energi bersih tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesiapan tenaga kerja untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri baru.
Menurutnya, fokus pembangunan ke depan akan semakin mengarah pada sektor energi terbarukan, sehingga kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan spesifik akan meningkat.
“Potensi pekerjaan yang baru, turun juga ke skill, siapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan,” kata Nur.
Selain itu, Koaksi Indonesia memperkirakan bahwa pada 2050, kebutuhan tenaga kerja teknis langsung dapat mencapai lebih dari 1,2 juta orang untuk mendukung pengembangan sektor ini.
Baca Juga: Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan
Namun, implementasi kebijakan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam koordinasi lintas kementerian dan sektor. Tanpa perencanaan yang matang, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bagi mahasiswa dan pencari kerja, tren ini menunjukkan pentingnya mempersiapkan keterampilan di bidang energi terbarukan. Terlebih, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ditargetkan mencapai kapasitas hingga 100 GW pada 2060, menjadikannya salah satu sektor dengan kebutuhan tenaga kerja paling signifikan di masa depan.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan
-
Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Plus Minusnya?
-
DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak
-
Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total
-
Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?
-
Sinyal 'Baju Kuning' di Kebakaran Apartemen Mediterania, Penghuni dan Bayi Terjebak Asap
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Peran Strategis Damkar, Satpol PP, dan Linmas Jaga Stabilitas Daerah
-
Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu
-
Sadis! Pemuda Mabuk Lempar Kucing dari Balkon Setinggi 6 Meter Cuma Disanksi Ringan