- Ilmuwan University of Cambridge menemukan air hangat laut dalam telah melelehkan lapisan es Antartika dari bawah selama dua dekade.
- Pelemahan struktur rak es alami tersebut berpotensi mempercepat aliran gletser daratan serta meningkatkan permukaan air laut secara global.
- Gangguan sirkulasi Samudra Selatan ini mengancam sistem iklim dunia karena menurunkan kapasitas penyerapan panas serta distribusi karbon laut.
Suara.com - Sebuah studi terbaru mengungkap lapisan es di Antartika mulai mencair dari bawah akibat panas laut dalam yang semakin mendekati benua es tersebut.
Temuan ini memunculkan kekhawatiran baru soal percepatan kenaikan permukaan air laut global.
Riset yang dipimpin ilmuwan dari University of Cambridge menemukan bukti langsung bahwa massa air hangat dari kedalaman laut, yang dikenal sebagai circumpolar deep water, telah meluas selama dua dekade terakhir ke wilayah landas kontinen Antartika.
Fenomena ini dinilai berbahaya karena panas tidak menyerang permukaan es, melainkan menyusup dari bawah rak-rak es dan melemahkannya dari fondasi.
Padahal, rak es tersebut berfungsi sebagai penahan alami yang memperlambat aliran gletser ke laut.
Jika struktur rak es melemah atau runtuh, es dari daratan utama Antartika dapat meluncur lebih cepat ke lautan dan mempercepat kenaikan muka air laut dunia.
Dilansir dari Larazon, studi itu juga menyoroti besarnya ancaman yang tersimpan di Antartika.
Total cadangan es di benua tersebut diperkirakan cukup untuk menaikkan permukaan laut global hingga sekitar 58 meter jika seluruhnya mencair, meski skenario itu tidak terjadi dalam waktu dekat.
Para ilmuwan menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari gangguan lebih luas pada sistem sirkulasi laut akibat pemanasan global.
Baca Juga: Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
Melemahnya pembentukan air dingin di sekitar Antartika memungkinkan air hangat bergerak lebih dekat ke lapisan es.
Selain berdampak pada kenaikan permukaan laut, perubahan di Samudra Selatan juga dapat mengganggu sistem iklim global karena kawasan tersebut berperan penting menyerap panas berlebih dan mendistribusikan energi serta karbon ke seluruh dunia.
Peneliti menegaskan proses ini bukan ancaman masa depan, melainkan sudah berlangsung saat ini dan kemungkinan telah berkembang diam-diam selama bertahun-tahun sebelum akhirnya terdeteksi.
Berita Terkait
-
Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
-
Mengenal Fitoplankton: Sumber Oksigen untuk Bumi Selain Hutan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas