-
Militer Israel menculik ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional Mediterania.
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk keras aksi tersebut sebagai pelanggaran hukum laut internasional.
-
Sepuluh warga Malaysia turut ditahan dan pihak kerajaan menuntut jaminan keamanan tanpa kompromi.
Suara.com - Aksi militer Israel mencegat armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional memicu kecaman global yang sangat luas.
Langkah ini dianggap sebagai preseden buruk bagi misi kemanusiaan dunia karena terjadi di lokasi yang sangat jauh dari wilayah konflik.
Intervensi paksa tersebut secara langsung memutus jalur logistik bantuan sipil yang ditujukan bagi penduduk di wilayah Jalur Gaza.
Pencegatan ini menciptakan ketegangan diplomatik baru antara negara-negara penyumbang relawan dengan otoritas keamanan di wilayah Israel.
Dunia internasional kini menyoroti legalitas operasi militer di wilayah laut bebas yang mengabaikan kedaulatan warga sipil lintas negara.
Pihak Global Sumud Flotilla (GSF) melaporkan adanya tindakan penculikan terhadap warga sipil yang sedang menjalankan misi bantuan kemanusiaan.
"Tindakan Israel menandai eskalasi yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya, penculikan warga sipil di tengah Laut Mediterania, lebih dari 600 mil (sekitar 1.000 km) dari Gaza, di hadapan seluruh dunia," demikian rilis GSF.
Sekitar 175 relawan dikabarkan telah diamankan oleh pasukan Israel dari total puluhan kapal yang tergabung dalam misi tersebut.
Berdasarkan data pelacakan, sebanyak 28 armada kapal dilaporkan telah berhasil dihentikan paksa oleh militer di sebelah barat wilayah Kreta.
Baca Juga: Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
Kementerian Luar Negeri Israel sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka membawa ratusan aktivis dari sekitar 20 kapal yang berpartisipasi.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, meluapkan kemarahan besar atas tindakan sepihak yang dilakukan oleh rezim militer Zionis tersebut.
Anwar menilai bahwa operasi militer terhadap kapal sipil di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.
"Saya mengutuk tindakan keji rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional," kata Anwar di X.
Malaysia secara tegas meminta jaminan keamanan penuh bagi sepuluh warga negaranya yang saat ini sedang berada dalam penahanan.
Anwar menuntut agar dunia bergerak cepat guna mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap seluruh aktivis yang kehilangan kontak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Ramalan Zodiak Bulan Agustus 2026: Siapa yang Paling Beruntung?
-
Harga Resmi Chery Q di GIIAS 2026 Mulai Rp 239 Jutaan, Cek Spesifikasi Mobil Listrik Ini
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Agustus 2026, Besok Minggu Datang Hoki
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Forrest Gump: Kebijaksanaan Emosional di Tengah Turbulensi Sejarah
-
Berapa Daya Listrik Kulkas Mini Portable? Cek Penjelasan dan Rekomendasi Produknya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Janji Perkuat Lembaga Adat Betawi