-
Level teror Inggris naik ke posisi Severe karena potensi serangan sangat mungkin terjadi.
-
Serangan di Golders Green menjadi pemicu utama pengetatan keamanan nasional secara masif.
-
Pemerintah menambah anggaran keamanan guna melindungi komunitas yang menjadi sasaran terorisme.
Suara.com - Sinyal bahaya tinggi kini menyelimuti Inggris setelah pemerintah secara resmi menaikkan level ancaman terorisme nasional dari "Substantial" menjadi "Severe".
Langkah ini diambil sebagai respons atas penilaian intelijen bahwa serangan teror dianggap sangat mungkin terjadi dalam kurun enam bulan ke depan.
Keputusan tersebut dipicu oleh rentetan aksi kekerasan terbaru, termasuk insiden penusukan dua warga Yahudi di London Utara yang kini ditangani kepolisian sebagai aksi teroris.
Selain faktor serangan di Golders Green, otoritas keamanan mendeteksi adanya tren peningkatan ancaman yang lebih luas dari kelompok ekstremis Islam dan sayap kanan.
Pemerintah menegaskan bahwa perubahan status ini merupakan langkah preventif guna menghadapi ketidakpastian situasi keamanan di wilayah domestik Britania Raya.
Dikutip dari BBC, Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood mengakui bahwa situasi ini menciptakan kekhawatiran besar bagi publik, khususnya masyarakat Yahudi yang terus menjadi sasaran.
Mahmood menyatakan, "Akan menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak orang, terutama di kalangan komunitas Yahudi kita, yang telah menderita begitu banyak."
Kendati demikian, ia memastikan bahwa aparatur negara akan berupaya keras membasmi bibit kebencian yang menargetkan kelompok agama tertentu.
Ia menegaskan, "Pemerintah akan melakukan segala daya dalam kekuasaan kami untuk menyingkirkan masyarakat dari kejahatan antisemitisme."
Baca Juga: Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan rutinitas harian serta melaporkan hal mencurigakan.
Asisten Komisioner Laurence Taylor dari unit antiteror Kepolisian Met mengungkapkan bahwa Inggris telah menghadapi ancaman yang berkembang secara bertahap.
Ia mengamati adanya pergeseran pola serangan yang kini melibatkan berbagai jenis ideologi radikal di lapangan.
Taylor menjelaskan, "Beban kerja kami meningkat di sejumlah ideologi, dan di dalamnya, kami melihat ancaman yang meningkat terhadap individu dan institusi Yahudi serta Israel di Inggris."
Kepolisian saat ini juga mewaspadai keterlibatan aktor-aktor yang terafiliasi dengan kepentingan negara asing dalam memicu ketidakstabilan.
Ia menambahkan, "Kami juga bekerja melawan situasi global yang tidak terprediksi yang memiliki konsekuensi lebih dekat ke rumah, termasuk ancaman fisik oleh aktor yang terkait dengan negara."
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bahas Anggaran 2027, Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Tunjuk Agustina Arumsari Jadi Jubir
-
Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman
-
Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot
-
BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri
-
Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Gambaran Utuh Sekolah Rakyat
-
Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Disambut Riuh Mahasiswa, Wapres Gibran Buka Pintu Setwapres untuk Pendemo
-
Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?