- Aliansi mahasiswa BEM SI menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional di Patung Kuda, Jakarta, 2 Mei 2026.
- Massa sempat melakukan aksi saling dorong dan membakar ban karena menuntut akses langsung menyampaikan aspirasi ke Istana Merdeka.
- Peserta aksi menuntut pemerintah melakukan reformasi sistem pendidikan nasional, peningkatan kesejahteraan guru, serta perbaikan sarana prasarana sekolah secara menyeluruh.
Suara.com - Massa mahasiswa dari berbagai aliansi salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang melakukan aksi unjuk rasa di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merasa tak puas berunjuk rasa dibatasi hanya di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
Mereka ingin menyampaikan tuntutan aspirasi langsung ke depan Istana Merdeka.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, awalnya para mahasiswa menyampaikan orasinya dari atas mobil komando. Mereka umumnya menyoroti masalah pendidikan yang kekinian masih dianggap terdapat ketimpangan.
Sampai akhirnya mereka menyampaikan kalau mereka tak puas dan merasa tak didengar kalau hanya menyampaikan aspirasinya di area Patung Kuda.
"Kami ingin menyampaikan aspirasi kami agar aspirasi kami didengar oleh Istana," kata salah satu orator dari atas mobil komando.
Kemudian sejumlah massa merangsek ke border atau pembatas yang dipasang oleh aparat kepolisian.
Mereka kemudian mendorong hingga menendang agar border atau pembatas yang dipasang kepolisian dicopot.
Namun aparat kepolisian tetap bertahan dengan barikade penjagaannya.
Tak puas lagi, massa kemudian membakar satu buah ban di hadapan border. Api kemudian membumbung. Namun aparat kemudian coba memadamkan ban yang dibakar.
Baca Juga: Hardiknas, Masa Depan Guru, dan Pertarungan Melawan 'Mesin Pintar'
Hal itu kemudian memancing reaksi hingga membuat massa mahasiswa dan aparat saling dorong.
"Jangan dipancing, Bapak! Ini aspirasi kami, Pak!," kata orator lagi.
Setelah peristiwa itu situasi kemudian tenang kembali. Mahasiswa kemudian melanjutkan orasinya kembali.
Berikut tuntutan massa aksi hari ini:
1. Reformasi tata kelola anggaran pendidikan serta pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan, dan penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan.
2. Mengevaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024 guna melindungi hak asasi korban kekerasan seksual di wilayah kampus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan