- Kemenkes membekukan wahana internship di RSUD K.H. Daud Arif, Jambi, menyusul wafatnya dokter magang Myta Aprilia Azmy.
- Seluruh dokter internship ditarik dari lokasi tersebut dan pemberangkatan gelombang baru ditunda demi evaluasi lingkungan kerja.
- Kemenkes memberikan sanksi kepada dokter pendamping serta melakukan investigasi mendalam terhadap prosedur medis di fasilitas tersebut.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengambil langkah tegas menyusul wafatnya dokter magang Myta Aprilia Azmy saat menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Kemenkes resmi membekukan sementara status wahana internship di Rumah Sakit K.H. Daud Arif dan puskesmas terkait di Kuala Tungkal, Jambi.
Tak hanya itu, seluruh dokter internship yang saat ini tengah bertugas di lokasi tersebut ditarik dan dialihkan.
Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelayakan lingkungan kerja bagi para dokter muda.
“Kami tarik semua, baik yang di puskesmas maupun di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Seluruh peserta internship saat ini dialihkan terlebih dahulu,” ujar Yuli dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Yuli menjelaskan, Kemenkes juga memutuskan menunda pemberangkatan peserta internship gelombang baru yang dijadwalkan berangkat bulan ini. Penundaan dilakukan hingga hasil evaluasi terhadap wahana atau tempat praktik tersebut dinyatakan benar-benar memadai dan aman.
“Insya Allah dalam minggu ini, oleh karena itu (keberangkatan) internship yang akan jalan bulan Mei kami tunda terlebih dahulu sampai kami memastikan wahana itu memadai untuk seluruh peserta, baik yang saat ini berlangsung maupun yang sedang akan kita berangkatkan,” tegasnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab kementerian agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Selain pengosongan wahana, Kemenkes juga memberikan sanksi administratif kepada para dokter pendamping di RSUD K.H. Daud Arif. Hal ini merupakan tindak lanjut dari temuan bahwa mendiang Myta tetap berjaga di IGD dalam kondisi sakit karena merasa sungkan melapor kepada pendamping.
Yuli menyebutkan bahwa dokter pendamping akan masuk dalam pusaran audit medis yang diperintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Baca Juga: Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
Sebelumnya, Myta Aprilia Azmy dilaporkan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 setelah kondisinya terus memburuk sejak akhir Maret. Meski sempat mengalami demam, batuk, dan pilek, Myta tetap menjalankan tugas jaga malam di IGD karena khawatir membebani rekan kerja dan takut kekurangan jam praktik jika mengambil izin sakit.
Kemenkes kini tengah melakukan investigasi mendalam melalui Majelis Disiplin Profesi untuk melihat apakah ada kelalaian prosedur atau pemberian obat yang tidak sesuai standar selama Myta dirawat di rumah sakit tempatnya mengabdi.
Berita Terkait
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
MGBKI Soroti Kegagalan Sistem, Buntut Dokter Magang di Jambi Meninggal Kelelahan
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Dokter Internship Meninggal di Jambi, DPR Tuntut Sanksi Jika Ada Kelalaian RS
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun