News / Internasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB
Bukti tertulis suku Indian Navajo soal Hantavirus [Forces.si.edu]
Baca 10 detik
  • WHO mengonfirmasi tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat infeksi hantavirus strain Andes di lepas pantai Afrika.
  • Wabah misterius hantavirus pertama kali teridentifikasi di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, pada Mei 1993 akibat serangan virus.
  • Penularan hantavirus terjadi melalui tikus rusa yang populasinya meningkat pesat akibat perubahan iklim serta memicu sindrom pernapasan akut.

Suara.com - Wabah hantavirus kembali menjadi sorotan dunia setelah virus mematikan itu dikaitkan dengan insiden di kapal pesiar MV Hondius yang terombang-ambing di lepas pantai Afrika.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi tiga penumpang meninggal akibat infeksi hantavirus strain Andes, varian yang diketahui beredar di Argentina, negara asal keberangkatan kapal tersebut.

Namun jauh sebelum kasus terbaru ini, dunia pernah diguncang wabah misterius hantavirus di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, lebih dari tiga dekade lalu.

Dilansir dari Nautil.us, pada Mei 1993, sepasang muda-mudi Navajo yang tinggal dekat reservasi suku Navajo di luar Gallup, New Mexico, meninggal akibat penyakit pernapasan misterius.

Penyelidikan kemudian menemukan penyebabnya adalah hantavirus, menandai pertama kalinya virus tersebut teridentifikasi di Belahan Barat dunia.

Infografis Hantavirus dan Kewaspadaan Indonesia. [Suara.com/Emma]

Kasus itu mengejutkan ilmuwan karena sebelumnya hantavirus hanya dikenal menyebar di Asia dan Eropa.

Wabah di kawasan Arizona, Colorado, dan New Mexico kemudian memunculkan penyakit baru yang disebut hantavirus pulmonary syndrome atau HPS.

Virus tersebut awalnya dinamai Muerto Canyon hantavirus, lalu Four Corners virus, sebelum akhirnya berganti menjadi Sin Nombre virus setelah mendapat protes dari warga lokal.

Wabah itu sangat mematikan. Lebih dari 50 persen pasien yang terinfeksi dilaporkan meninggal dunia akibat gangguan pernapasan akut.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Berbeda dengan hantavirus di Eropa dan Asia yang umumnya menyerang ginjal, varian di Amerika justru menyerang paru-paru dan memicu penumpukan cairan mematikan.

Para ilmuwan menemukan virus menyebar melalui tikus rusa atau deer mouse yang menjadi reservoir alami hantavirus di wilayah tersebut.

Ledakan populasi tikus pada 1992-1993 diduga dipicu fenomena El Nino yang membawa cuaca hangat dan hujan deras, menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan hewan pengerat.

Seiring waktu, kasus serupa muncul di berbagai negara bagian lain seperti Texas, Nevada, Montana, dan Kansas.

Penelitian lanjutan bahkan menunjukkan hantavirus kemungkinan sudah lama ada di benua Amerika sebelum wabah 1993 terjadi.

Tradisi lisan masyarakat Navajo mencatat adanya wabah penyakit misterius pada 1918, 1933, dan 1934 yang diyakini berkaitan dengan hantavirus.

Load More