- WHO mengonfirmasi tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat infeksi hantavirus strain Andes di lepas pantai Afrika.
- Wabah misterius hantavirus pertama kali teridentifikasi di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, pada Mei 1993 akibat serangan virus.
- Penularan hantavirus terjadi melalui tikus rusa yang populasinya meningkat pesat akibat perubahan iklim serta memicu sindrom pernapasan akut.
Suara.com - Wabah hantavirus kembali menjadi sorotan dunia setelah virus mematikan itu dikaitkan dengan insiden di kapal pesiar MV Hondius yang terombang-ambing di lepas pantai Afrika.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi tiga penumpang meninggal akibat infeksi hantavirus strain Andes, varian yang diketahui beredar di Argentina, negara asal keberangkatan kapal tersebut.
Namun jauh sebelum kasus terbaru ini, dunia pernah diguncang wabah misterius hantavirus di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, lebih dari tiga dekade lalu.
Dilansir dari Nautil.us, pada Mei 1993, sepasang muda-mudi Navajo yang tinggal dekat reservasi suku Navajo di luar Gallup, New Mexico, meninggal akibat penyakit pernapasan misterius.
Penyelidikan kemudian menemukan penyebabnya adalah hantavirus, menandai pertama kalinya virus tersebut teridentifikasi di Belahan Barat dunia.
Kasus itu mengejutkan ilmuwan karena sebelumnya hantavirus hanya dikenal menyebar di Asia dan Eropa.
Wabah di kawasan Arizona, Colorado, dan New Mexico kemudian memunculkan penyakit baru yang disebut hantavirus pulmonary syndrome atau HPS.
Virus tersebut awalnya dinamai Muerto Canyon hantavirus, lalu Four Corners virus, sebelum akhirnya berganti menjadi Sin Nombre virus setelah mendapat protes dari warga lokal.
Wabah itu sangat mematikan. Lebih dari 50 persen pasien yang terinfeksi dilaporkan meninggal dunia akibat gangguan pernapasan akut.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
Berbeda dengan hantavirus di Eropa dan Asia yang umumnya menyerang ginjal, varian di Amerika justru menyerang paru-paru dan memicu penumpukan cairan mematikan.
Para ilmuwan menemukan virus menyebar melalui tikus rusa atau deer mouse yang menjadi reservoir alami hantavirus di wilayah tersebut.
Ledakan populasi tikus pada 1992-1993 diduga dipicu fenomena El Nino yang membawa cuaca hangat dan hujan deras, menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan hewan pengerat.
Seiring waktu, kasus serupa muncul di berbagai negara bagian lain seperti Texas, Nevada, Montana, dan Kansas.
Penelitian lanjutan bahkan menunjukkan hantavirus kemungkinan sudah lama ada di benua Amerika sebelum wabah 1993 terjadi.
Tradisi lisan masyarakat Navajo mencatat adanya wabah penyakit misterius pada 1918, 1933, dan 1934 yang diyakini berkaitan dengan hantavirus.
Penelitian genetik juga memperkirakan virus itu telah menginfeksi manusia sejak 1959 dan kemungkinan sudah hidup pada populasi tikus di Amerika jauh sebelum manusia datang ke benua tersebut.
Setelah wabah Four Corners, penelitian menemukan jejak hantavirus di Amerika Selatan.
Pada 1998, peneliti dari University of Pennsylvania melaporkan antibodi hantavirus ditemukan cukup luas pada komunitas adat di Paraguay dan Argentina.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi