- Tim SAR Malaysia menemukan empat jenazah pekerja migran ilegal asal Indonesia di perairan Pulau Pangkor pada hari kedua.
- Total 27 orang telah ditemukan, sementara tim gabungan masih mencari 10 korban lainnya di area pencarian yang luas.
- Kapal yang membawa 37 penumpang dari Sumatra Utara tersebut tenggelam saat mencoba memasuki wilayah Malaysia secara ilegal.
Suara.com - Empat jenazah korban kapal tenggelam yang membawa pekerja migran ilegal asal Indonesia ditemukan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) hari kedua di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.
Direktur Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan seluruh korban ditemukan sekitar pukul 14.00 waktu setempat oleh tim Polisi Maritim Malaysia.
“Dua kapal Polisi Maritim menemukan jenazah dalam kondisi terapung sekitar 13 mil laut dari Pulau Talang, dekat Segari,” ujar Mohamad Shukri dalam konferensi pers di Dermaga Polisi Maritim Kampung Acheh, Lumut dilansir dari Bernama.
Korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki. Mereka diduga hanyut terbawa arus laut hingga sekitar 10 mil laut dari titik awal kapal dilaporkan tenggelam.
Dengan penemuan terbaru tersebut, total korban yang telah ditemukan mencapai 27 orang. Sebelumnya, 23 penumpang berhasil diselamatkan pada hari pertama operasi SAR.
Namun hingga kini, masih ada 10 korban lain yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan dari Polisi Maritim Malaysia dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) terus memperluas area pencarian hingga mencapai 151 mil laut persegi.
“Kami masih mencari 10 korban yang belum ditemukan dan operasi akan terus dilanjutkan dengan dukungan seluruh aset yang tersedia,” kata Mohamad Shukri.
Seluruh jenazah yang ditemukan telah dievakuasi ke Dermaga Polisi Maritim Kampung Acheh sebelum dibawa ke Rumah Sakit Seri Manjung untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Insiden ini bermula setelah aparat menerima laporan dari seorang nelayan lokal sekitar pukul 05.30 pagi.
Baca Juga: Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
Nelayan tersebut menemukan sejumlah korban terapung di laut dan segera meminta bantuan penyelamatan.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kapal tersebut membawa 37 imigran ilegal yang diduga warga Indonesia.
Para korban diyakini berangkat dari Kisaran, Sumatra Utara, pada 9 Mei 2026 menuju Malaysia secara ilegal.
Para penumpang disebut hendak menuju beberapa wilayah di Malaysia, seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur untuk mencari pekerjaan.
Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 22.00 waktu setempat dan dilanjutkan kembali keesokan paginya sekitar pukul 07.30.
Berita Terkait
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
-
Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
-
Di Balik Layar Kaca: Ketika Nasionalisme Dibentuk oleh Film dan Emosi Massa
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun