- Qavah Group & Xinhua kerja sama perkuat investasi FDI Tiongkok ke Indonesia.
- Hasim Habibi jamin kemudahan akses investor Tiongkok sesuai regulasi RI.
- Kolaborasi ini fokus pada pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja.
Suara.com - Dalam upaya memperkuat arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dari Tiongkok ke Indonesia, Qavah Group, konglomerat lintas sektor terkemuka asal Indonesia, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Xinhua News Agency. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela ajang bergengsi World Brand Moganshan Summit 2026.
Kerja sama ini menandai babak baru bagi Qavah Group dalam memfasilitasi ekspansi investor Tiongkok ke pasar Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Samyang Indonesia, Qavah Group telah lama menjadi jembatan utama bagi para pemodal Tiongkok dengan memberikan dukungan komprehensif, mulai dari pengurusan perizinan Penanaman Modal Asing (PMA), penyediaan akses ke mitra lokal yang kredibel, hingga pemenuhan berbagai kebutuhan operasional bisnis lainnya.
Dalam acara tersebut, Vice President Qavah Group, Hasim Habibi, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyederhanakan proses masuknya investasi ke tanah air dengan tetap mengedepankan kepatuhan hukum.
“Kami hadir untuk memastikan para investor Tiongkok mendapatkan akses yang mudah namun tetap sepenuhnya patuh (compliant) terhadap regulasi pemerintah Indonesia. Fokus utama kami adalah bagaimana kolaborasi strategis ini dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia," ujar Hasim Habibi.
World Brand Moganshan Summit 2026 merupakan platform global inisiasi Xinhua News Agency untuk mempertemukan pemimpin bisnis dunia. Partisipasi Qavah Group dalam agenda ini mempertegas posisi strategis perusahaan sebagai mitra terpercaya bagi investor internasional.
Dengan sinergi jaringan media global Xinhua dan keahlian lokal Qavah Group, kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sektor industri kunci serta mempererat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun