News / Internasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 13:07 WIB
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Baca 10 detik
  • Sembilan WNI termasuk tiga jurnalis nasional diculik militer Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza.

  • Menlu Sugiono menggalang koordinasi darurat bersama Yordania dan Turki untuk melacak keberadaan korban.

  • Indonesia mengutuk keras pencegatan kapal bantuan dan menuntut Israel mematuhi hukum humaniter internasional.

Suara.com - Pemerintah Indonesia masih berusaha menggalang kekuatan diplomatik di kawasan Timur Tengah. Langkah taktis ini diambil menyusul insiden penyergapan brutal militer Israel terhadap konvoi kemanusiaan dunia. Sebanyak 9 WNI ditangkap Tentara Israel.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan sembilan warga negara Indonesia. Mereka terkonfirmasi disandera oleh pasukan Zionis dalam pelayaran menuju Jalur Gaza awal pekan ini.

Guna menembus dinding tebal pemblokiran informasi, Indonesia resmi menggandeng negara-negara sahabat yang memiliki akses komunikasi langsung. Pendekatan ini menjadi krusial mengingat Jakarta tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Tel Aviv.

Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer. (Global Sumud Flotilla)

Pemerintah kini bersandar pada solidaritas internasional dari negara yang warga negaranya turut menjadi korban. Upaya penyelamatan ini difokuskan melalui komunikasi intensif dengan kementerian luar negeri negara sekutu.

“Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negara mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki,” kata Sugiono saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Langkah ini diambil karena Yordania dan Turki dinilai memiliki posisi geopolitik yang lebih strategis. Kedua negara tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan negosiasi kemanusiaan demi mendeteksi keberadaan para korban.

Sutrawati Kaharuddin menceritakan komunikasi terakhirnya dengan putranya, Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat yang ditangkap Israel [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Hingga saat ini, proses pelacakan kondisi fisik maupun lokasi penahanan sembilan WNI masih menghadapi jalan buntu. Otoritas Israel secara ketat memutus seluruh akses informasi dari dalam wilayah operasi mereka.

“Sejauh ini, informasi yang kami terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” ucap dia.

Kendati dihadapkan pada situasi genting, pemerintah memberikan penghormatan tertinggi bagi keberanian para relawan. Aksi heroik lintas negara tersebut dinilai menjadi bukti nyata penolakan dunia atas penjajahan.

Baca Juga: Solidaritas untuk Jurnalis dan WNI yang Ditahan Israel Menggema di Bandung

Menlu pun mengapresiasi semangat dari para WNI serta relawan sedunia dalam Global Sumud Flotilla yang telah mewakili keinginan masyarakat dunia membantu masyarakat Palestina yang menderita di bawah penindasan Zionis.

Gerakan moral ini diakui telah membuka mata dunia internasional mengenai realitas kejam di lapangan. Solidaritas global tersebut terus mengalir tanpa bisa dibendung oleh kekuatan militer mana pun.

“Hal tersebut mencerminkan suatu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, dan di Gaza pada khususnya,” kata dia.

Pemerintah juga meminta dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat di tanah air. Diplomasi pembebasan ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat.

“Kita doakan semoga kondisi mereka baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” demikian Sugiono.

Kementerian Luar Negeri RI melansir data bahwa sembilan WNI tersebut ditangkap saat mengawal bantuan kemanusiaan. Ironisnya, tiga di antara korban penculikan tersebut merupakan jurnalis aktif dari media nasional.

Load More