- Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kementerian untuk menyederhanakan birokrasi agar tidak menghambat iklim usaha di Indonesia.
- Dalam Rapat Paripurna DPR RI Jakarta, Presiden meminta pemerintah meniru sistem perizinan cepat seperti di negara Malaysia.
- Presiden menegaskan pentingnya menertibkan aturan turunan yang rumit serta perilaku oknum birokrat yang mempersulit proses perizinan pengusaha.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar tidak ada birokrasi berbelit yang justru mengganggu pengusaha. Prabowo mengingatkan agar pengusaha jangan diganggu.
Sebaliknya, Prabowo ingin pemerintah memperbaiki seluruh institusi untuk menciptakan iklim usaha yang baik.
Sebagai contoh, Prabowo kemudian melihat aturan perizinan yang ringkas seperti di Malaysia.
"Jangan pengusaha diperas terus! Jangan pengusaha diganggu! Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan! Dan kita jangan banyak inisiatif," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menyoroti sejumlah peraturan baru yang justru membuat rumit iklim usaha. Padahal ditekankan Prabowo, peraturannya sudah ada tetapi sibuat turunannya.
"Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menterilah, peraturan teknislah, rekomendasilah. Akal-akalannya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah!" pinta Prabowo.
Prabowo mewanti-wanti agar apara anggota kabinetnya mewaspadai birokrat-birokrat di setiap lembaga dan institusi.
"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, karena dia itu pengalamannya lama. Kau masuk keluar kan tiap 5 tahun, ya kan? Itu kalau enggak di-reshuffle, ya kan? Bener enggak? Mereka tuh lama," kata dia.
"Nah, ciri khas birokrat yang, dia akan minta tanda tangan pada waktu jam 17.30 sore, kamu sudah capek. Kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan. Bener? Bener. Ini banyak," sambung Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027
Berita Terkait
-
Tiap Malam Puluhan Ribu Kapal Berbendera Asing Curi Kekayaan Indonesia, Prabowo Bakal Tindak Tegas
-
Usai Izin Minum Kopi di Paripurna, Prabowo Pakai Kacamata Cek Fraksi Gerindra: Ada yang Tidur Nggak?
-
Prabowo Sindir Bangsa 'Penjarah': Kaya karena Merampas, Tak Perlu Kita Kagumi!
-
Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Istri Dikta Umur Berapa? Ini Profil dan Pekerjaan Rachel Florencia
-
Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun
-
Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan
-
Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta
-
Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir
-
Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!
-
Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi
-
5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras
-
Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola
-
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen