- Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan 20 persen minyak dan LNG dunia yang menghubungkan Teluk Persia dan Oman.
- Iran memanfaatkan posisi geografis dan militer asimetrisnya untuk mengendalikan jalur tersebut sebagai alat tawar terhadap sanksi internasional.
- Gangguan di selat ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global serta merugikan stabilitas ekonomi negara-negara importir secara signifikan.
3. Warisan Sejarah: Sejak Revolusi Islam 1979, Iran memandang dirinya sebagai kekuatan regional yang harus menentang hegemoni Barat. Penguasaan atas pulau-pulau strategis sejak 1971 semakin memperkuat klaim ini.
4. Ketergantungan Global: Dunia tidak punya alternatif cepat untuk menggantikan volume minyak yang melintas di Hormuz. Pipelines darat memiliki kapasitas terbatas, dan rute alternatif seperti Tanjung Harapan jauh lebih mahal dan memakan waktu.
Dampak Global dan Tantangan Masa Depan
Kendali Iran atas Selat Hormuz membuat seluruh dunia “sandera” energi. Setiap ketegangan di Timur Tengah langsung berdampak pada harga BBM di Indonesia, Eropa, maupun Amerika.
Pada 2026, ketika tensi meningkat, fluktuasi harga minyak dunia kembali menunjukkan betapa rapuhnya sistem energi global.
Namun, kendali ini juga berisiko bagi Iran sendiri. Penutupan total selat akan merugikan ekspor minyak Iran dan memicu respons militer internasional yang mungkin sangat merugikan.
Oleh karena itu, Iran cenderung menggunakan strategi “ancaman terukur” — cukup untuk menakut-nakuti, tapi tidak sampai memicu perang besar.
Iran mengendalikan Selat Hormuz karena kombinasi sempurna antara geografi yang menguntungkan, kekuatan militer asimetris, dan kebutuhan strategis dalam menghadapi tekanan internasional. Selat ini bukan hanya jalur air biasa, melainkan senjata geopolitik paling ampuh yang dimiliki Teheran.
Di era ketegangan yang terus berlanjut, Selat Hormuz akan tetap menjadi titik panas dunia. Siapa yang menguasai Selat Hormuz, secara tidak langsung turut mengendalikan denyut nadi ekonomi global.
Baca Juga: Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter
-
Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global
-
Cara Mencegah Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Jangan Abaikan Sinar Matahari
-
293 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, 8 Orang Kondisi Berat
-
Ulasan Buku Penghancuran Buku: Saat Buku Dibakar & Ingatan Dihapus
-
Diduga Hendak Curi Kabel, Pria Tanpa Identitas Tewas Tersengat Listrik di Gardu LRT Pancoran
-
Ini Kriteria Tokoh yang Diusulkan Dapat Gelar dan Tanda Kehormatan dari Pemerintah
-
Arkeolog Temukan Ribuan Struktur Misterius Suku Aquiry yang di Hutan Amazon
-
Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya
-
Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan