- Harga minyak mentah dunia turun pada Jumat 29 Mei 2026 akibat optimisme pasar terhadap peluang gencatan senjata AS-Iran.
- Penurunan harga terjadi pada Brent dan WTI menyusul sinyal positif dari Wakil Presiden AS terkait progres kesepakatan tersebut.
- Kesepakatan belum final karena masih terdapat perdebatan mengenai pengelolaan cadangan uranium serta batasan pengayaan nuklir di Iran.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun tipis pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026, didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terkait peluang perpanjangan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kendati demikian, koreksi harga cenderung tertahan setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa kedua negara memang "sudah dekat" untuk mencapai kesepakatan, namun "belum sepenuhnya rampung."
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Juli, yang akan berakhir pada penutupan Jumat ini, turun 35 sen atau 0,37 persen ke ke 93,36 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), merosot 63 sen atau 0,71 persen ke posisi 88,27 dolar AS per barel.
Di sisi lain, kontrak Agustus untuk minyak Brent yang lebih aktif diperdagangkan, terpantau turun 46 sen atau 0,50 persen ke level 92,24 dolar AS per barel.
Secara akumulatif, harga minyak sepanjang pekan ini telah anjlok lebih dari 8 persen.
Brent bahkan sempat menyentuh level terendah di 87,11 dolar AS per barel, berbanding terbalik dengan posisi tertinggi pekan lalu yang sempat menembus 109,47 dolar AS per barel.
Pasar minyak terus bergejolak dalam beberapa sesi terakhir. Dua instrumen acuan minyak mentah tersebut sempat berfluktuasi hingga 6 dolar AS akibat simpang siurnya sinyal kapan berakhirnya perang antara AS dengan Iran, serta ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.
Hingga saat ini, volume lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz dilaporkan masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kapasitas normal sebelum perang pecah.
Baca Juga: AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Menurut sumber internal kepada Reuters, AS dan Iran sebenarnya telah mencapai kesepakatan awal pada Kamis (28/5) untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus mencabut pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, draf tersebut belum mendapat lampu hijau dari Presiden AS Donald Trump, sementara media resmi pemerintah Iran juga menegaskan bahwa kesepakatan itu belum bersifat final.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengkonfirmasi kepada awak media bahwa Washington belum mencapai kata sepakat sepenuhnya dengan Teheran, meski posisinya sudah sangat dekat.
Ia juga menambahkan bahwa AS saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk menekan program nuklir Teheran secara signifikan.
Menurut Vance, masih ada beberapa poin krusial yang mengganjal jalannya negosiasi, khususnya terkait pengelolaan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran serta batasan aktivitas pengayaan nuklir itu sendiri.
"Saya tidak bisa menjamin kami pasti akan mencapai kesepakatan (final), tetapi untuk saat ini, saya melihat perkembangannya cukup positif," pungkas Vance.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
-
Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950
-
Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam
-
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar
-
Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!
-
Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih
-
Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun
-
Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia
-
Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100
-
Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026
-
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi
-
Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
-
Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal