- Presiden Donald Trump meminta perubahan syarat yang lebih ketat dalam proposal kesepakatan nuklir dengan pihak Iran.
- Pemerintah Amerika Serikat telah mengirimkan kerangka perjanjian baru kepada Iran untuk ditinjau dan dipertimbangkan lebih lanjut.
- Meskipun proses negosiasi tertunda, kedua negara masih terus menjalin komunikasi untuk mencapai kesepakatan resmi yang berkelanjutan.
Sikap serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia menegaskan Teheran tidak akan menerima kesepakatan yang mengabaikan hak-hak penuh Iran.
"Tidak ada kepercayaan terhadap perkataan dan janji musuh. Satu-satunya tolok ukur kami adalah hasil nyata sebelum kami memenuhi komitmen sebagai balasannya," tegas Ghalibaf.
Perubahan syarat yang diajukan Trump berpotensi memperpanjang proses negosiasi selama beberapa hari ke depan.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa semakin lama kesepakatan tertunda, semakin besar risiko meningkatnya kembali ketegangan di kawasan.
Peneliti senior NATO Defense College, Richard Weitz, menilai penundaan memang memiliki risiko, tetapi tetap lebih baik dibanding menghasilkan kesepakatan yang lemah.
Menurutnya, perjanjian yang memuaskan kedua pihak akan lebih berpeluang bertahan dalam jangka panjang.
Trump sebelumnya menegaskan bahwa prioritas utama Washington adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Di sisi lain, Iran berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka tengah mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
Teheran juga menegaskan tetap memiliki hak untuk mengelola program nuklirnya sesuai aturan internasional.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan keputusan final akan diumumkan.
Namun kedua pihak masih membuka jalur komunikasi, sehingga peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka dalam beberapa hari mendatang.
Berita Terkait
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!
-
Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang