News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 13:36 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato memperingati Hari Lahir Pancasila, Selasa 1 Juni 2026. [YouTube/Serektariat Negara]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperbaiki tata kelola ekonomi nasional demi mencegah kebocoran kekayaan alam ke luar negeri.
  • Pemerintah mengakselerasi hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi desa untuk menciptakan lapangan kerja serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
  • Presiden akan menindak tegas pelaku korupsi dan ekonomi ilegal yang berpotensi menghambat transformasi ekonomi demi masa depan bangsa Indonesia.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan keras, kepada pihak-pihak yang selama ini merogoh keuntungan dari praktik ekonomi ilegal di Indonesia.

Dalam pidato kenegaraan memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan total terhadap tata kelola ekonomi nasional guna memastikan kekayaan alam tidak lagi "bocor" ke luar negeri.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi besar transformasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Prabowo menilai Indonesia adalah negara kaya, namun ironisnya, manfaat dari kekayaan tersebut sering kali tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.

Sebabnya, kata dia, terdapat tata kelola yang buruk dan intervensi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

"Tata kelola harus diperbaiki, supaya kekayaan bangsa tidak terus bocor dan mengalir ke luar negeri," kata Prabowo.

Fokus Pembangunan: Dari Desa hingga Hilirisasi Industri

Presiden Prabowo menekankan, pembangunan ekonomi di era kepemimpinannya tidak boleh hanya berpusat pada angka pertumbuhan makro, melainkan harus menyentuh akar rumput.

Untuk mencapai pemerataan tersebut, pemerintah tengah mengakselerasi berbagai program strategis, mulai dari hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi desa.

Baca Juga: Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

Hilirisasi menjadi kunci utama agar bahan mentah dari Indonesia memiliki nilai tambah tinggi sebelum diekspor.

Dengan demikian, lapangan kerja baru akan tercipta secara masif bagi generasi produktif di kota-kota besar maupun daerah.

Selain itu, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fondasi agar masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah gelombang industrialisasi.

Namun, Prabowo mengakui jalan menuju transformasi ekonomi yang sehat tersebut tidaklah mulus.

Perubahan besar yang diusung pemerintah dipastikan akan menemui batu sandungan, terutama dari mereka yang selama ini nyaman dengan sistem yang korup.

Menghadapi Perlawanan Kelompok Ekonomi Ilegal

Load More