- NASA merancang pangkalan permanen di Bulan menggunakan integrasi kecerdasan buatan serta armada drone untuk eksplorasi wilayah ekstrem.
- Teknologi otonom akan memetakan area pendaratan dan membangun infrastruktur krusial secara mandiri sebelum kehadiran manusia di Bulan.
- Proyek strategis ini bertujuan menyediakan sarana pendukung bagi astronot sebagai langkah awal menuju misi berawak ke Mars.
Suara.com - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, baru saja meluncurkan draf rencana revolusioner untuk membangun pangkalan permanen di Bulan dengan mengandalkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan armada drone canggih.
Teknologi AI ini diproyeksikan menjadi "otak" di balik operasi drone yang bertugas menjelajahi wilayah ekstrem serta memetakan area guna menentukan titik pendaratan paling aman bagi astronot.
Langkah ini menandai era baru dalam sejarah eksplorasi antariksa, di mana sistem otonom cerdas akan mengambil peran utama dalam pembangunan infrastruktur fisik sebelum manusia menetap di sana.
Otomasi Robotika di Wilayah Ekstrem
Rencana strategis ini dipaparkan langsung oleh Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, terkait pemanfaatan teknologi terkini di satelit alami Bumi tersebut.
Penggunaan AI dalam mengoperasikan drone dianggap sebagai solusi paling efisien untuk menjangkau medan Bulan yang sulit diakses oleh peralatan konvensional.
Keberadaan sistem cerdas ini memungkinkan pemetaan data yang jauh lebih presisi dibandingkan misi-misi luar angkasa pada dekade sebelumnya.
"Saya pikir AI akan sangat membantu kami dalam hal itu," kata Garcia-Galan dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan pada Senin (1/6).
Pihak NASA menegaskan bahwa saat ini fokus utama mereka adalah mematangkan fungsionalitas drone agar mampu bekerja secara mandiri dalam kondisi lingkungan tanpa atmosfer.
Baca Juga: Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks
Tiga Fase Menuju Hunian Luar Angkasa
Meskipun terdengar sangat canggih, NASA mengakui bahwa proyek besar ini masih berada pada tahap pengembangan sistem yang sangat awal.
Garcia-Galan menjelaskan bahwa pengembangan berbagai sistem pendukung saat ini masih melalui proses uji coba ketat dan penyempurnaan berkelanjutan.
"Kami masih berada di awal proses. Saat ini, kami sedang membangun sistem, menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, dan drone yang dipakai saat ini hanyalah tahap awal," ungkapnya.
Langkah ini menyusul pengumuman resmi NASA pada Maret lalu mengenai cetak biru pembangunan bertahap pangkalan permanen tersebut.
Tahap pertama pembangunan akan diprioritaskan pada pengiriman kendaraan transportasi khusus serta pembangunan infrastruktur dasar yang sangat krusial.
Berita Terkait
-
Review Chappie: Film Sci-Fi yang Layak Ditonton untuk Pencinta Cerita Robot
-
4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 31 Mei 2026, Akhir Bulan Hidup Makin Tenang
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan Menurut SKB 3 Menteri
-
Ada 2 Tanggal Merah di Bulan Juni 2026, Ini Daftarnya Sesuai SKB 3 Menteri
-
Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas
-
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
-
Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji
-
Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri
-
Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi
-
Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel
-
Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit
-
Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja
-
Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik
-
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal