- Polda DIY meningkatkan status kasus pembubaran ibadah Gereja Misi Sejahtera di Bantul ke tahap penyidikan resmi.
- Penyidik telah memeriksa 16 saksi guna mengumpulkan bukti terkait dugaan tindak pidana pada 24 Mei 2026.
- Kepolisian menegaskan komitmen melindungi kebebasan beribadah dan mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi informasi media sosial.
Suara.com - Polda DIY resmi meningkatkan status penanganan kasus dugaan pembubaran ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, ke tahap penyidikan.
Langkah ini diambil setelah pihak kepolisian menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, menjelaskan bahwa peningkatan status perkara dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang melibatkan jajaran penyidik pada akhir pekan kemarin.
"Jumat tanggal 29 Mei 2026, penyidik Polda DIY telah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan," ujar Ihsan dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).
Sejauh ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 16 orang saksi untuk mendalami kronologi dan peran masing-masing pihak di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian kini tengah fokus mengumpulkan alat bukti tambahan guna mengungkap tuntas rangkaian peristiwa tersebut.
"Penyidik juga sampai dengan saat ini telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 16 orang saksi," imbuhnya.
Polda DIY juga menegaskan komitmennya dalam melindungi hak warga negara untuk menjalankan ibadah.
Ihsan menyatakan bahwa kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan intimidasi atau aksi sepihak yang mengganggu kegiatan keagamaan masyarakat.
Baca Juga: Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
"Kami menegaskan kembali bahwa kebebasan beribadah dijamin oleh konstitusi. Sehingga Polda DIY tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan, intimidasi, maupun aksi sepihak yang mengganggu jalannya kegiatan peribadatan," tegas Ihsan.
Selain proses hukum, kepolisian mengimbau masyarakat luas untuk tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi.
Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh potongan video atau narasi yang beredar di media sosial sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
"Kami juga tidak lupa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh video atau narasi-narasi yang beredar di media sosial yang sifatnya provokasi. Kami akan terus mengupdate perkembangan terkait kasus ini sebagai bentuk transparansi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor
-
Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?