- Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengungkap maraknya praktik parkir liar di sekitar pusat perbelanjaan saat rapat pansus Senin lalu.
- Pengelola mal diduga memanfaatkan aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta untuk parkir tidak resmi dengan tarif di luar aturan.
- DPRD mendesak penertiban administratif serta transparansi aliran dana parkir karyawan guna memastikan kewajiban retribusi kepada daerah terpenuhi secara maksimal.
Suara.com - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengungkap maraknya praktik parkir liar yang menjamur di kawasan pusat perbelanjaan atau mal.
Temuan tersebut ia beberkan dalam Rapat Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran yang digelar di Komplek DPRD DKI Jakarta pada Senin (20/4/2026).
Kenneth menilai, keberadaan parkir tak resmi di Jakarta sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan, terutama yang bersinggungan dengan gedung-gedung besar.
"Kalau kita bicara parkir liar udah jelas, Jakarta parkir liar luar biasa. Terutama mal-mal yang di Jakarta ini," ujarnya.
Politisi PDIP ini mensinyalir adanya upaya dari pihak pengelola mal untuk menyediakan opsi lahan parkir lain bagi pelanggan, dengan tarif yang di luar ketentuan resmi pemerintah.
"Satu sisi kita tertibin mereka, kita tarifin. Tapi dari pihak mal atau gedung-gedung ini dia memberikan opsi lain. Parkir di luar tarif kita," beber Kenneth.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Anggota Pansus Tata Kelola Perparkiran ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait pengawasan aset oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
Ia menduga, banyak lahan kosong yang sejatinya aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta justru dimanfaatkan pihak swasta karena ketidaktahuan instansi.
"Mungkin ada lahan kosong di situ, mungkin juga aset kita yang kita tidak ketahui. Karena saya agak khawatir juga, BPKD beberapa kali komunikasi soal aset Pemprov, aset kita, dia nggak tahu, dia pikir aset swasta. Ternyata punya kita. Nah, dipakai oleh pihak mal, pihak gedung," urai Kenneth.
Baca Juga: Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless
Selain itu, Kenneth turut menyoroti skema parkir khusus bagi para karyawan atau penyewa (tenant) mal yang menggunakan lahan di luar area parkir utama.
Ia mempertanyakan transparansi dan mekanisme aliran dana dari biaya parkir harian, yang dipungut dari para karyawan mal.
"Satu sisi para tenant, pengguna jasa parkir ini, kan masuk ke tempat kita. Dia ambil tiket atau pakai e-money segala macam, sedangkan karyawan mal dikasih tempat lain. Nah, ini gimana mekanismenya ini? Umpama sehari bayar Rp20 ribu dari pagi sampai malam. Nah, uangnya ke mana tuh?," tanya Kenneth.
Kenneth pun mendesak adanya penanganan serius dan penertiban administratif, mengingat masih banyak pengelola mal yang juga belum menuntaskan kewajiban retribusi kepada daerah.
"Ini harus ada penanganan dari kita juga nih, mereka ke kitanya harus jelas. Kita tahu sekali, kadang-kadang kawasan mal ini, ada lah kewajiban yang belum diserahkan ke kita," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless
-
Hadirkan Ronaldo hingga Del Piero, Jakarta Targetkan Eksposur Global Lewat Clash of Legends
-
Usai Penertiban Jukir Liar, 8 Spanduk Peringatan Dipasang di Titik Rawan Pungli Blok M Square
-
Blok M Square Dibersihkan, Enam Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan
-
Parkir Ganda dan Jukir Liar di Blok M Square: Pengelola Akui Sudah Ditertibkan, Tapi Kerap Kembali
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan