- Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak pada 31 Mei 2026 menewaskan enam warga setempat.
- Tim Jibom Brimob Polda Papua menemukan puluhan bahan peledak aktif lainnya saat proses sterilisasi lokasi pada awal Juni.
- Tim SAR gabungan masih mencari tiga warga hilang dan melakukan identifikasi potongan tubuh di RSUD Biak hingga kini.
Suara.com - Ledakan maut yang menewaskan enam warga di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Biak, ternyata menyisakan ancaman yang lebih besar.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua kembali menemukan sejumlah bahan peledak aktif peninggalan Perang Dunia II di sekitar lokasi kejadian.
Temuan terbaru itu berupa tiga mortir dan 30 butir amunisi yang ditemukan saat proses penyisiran dan sterilisasi area ledakan dilakukan pada Selasa (2/6/2026).
"Berbagai jenis bahan peledak itu ditemukan saat tim Jibom, Selasa (2/6) saat melakukan pembersihan di sekitar TKP dan saat ini sudah dimusnahkan," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (3/6/2026).
Temuan tersebut menambah daftar bahan peledak yang sebelumnya sudah ditemukan sehari setelah insiden.
Pada Senin (1/6), tim Jibom juga menemukan dua granat aktif jenis nanas dan manggis yang kemudian langsung dimusnahkan.
Polisi memastikan proses sterilisasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di sekitar lokasi ledakan.
"Bila sudah dinyatakan aman maka tim dari Labfor dan Direktorat Reskrimum Polda Papua bersama Satuan Reskrim Polres Biak Numfor akan melakukan olah TKP," ujar Ari.
Di tengah proses penyisiran bahan peledak, operasi pencarian korban juga masih berlangsung.
Baca Juga: Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
Tim SAR gabungan hingga kini masih berupaya menemukan tiga warga yang dilaporkan hilang pascaledakan.
Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan pesisir di sekitar lokasi kejadian. Sejak Selasa (2/6), tim SAR telah menemukan sejumlah potongan tubuh manusia yang kini disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk proses identifikasi.
"Tim DVI Polda Papua akan melakukan identifikasi terhadap temuan tersebut," katanya.
Seperti diketahui, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II terjadi pada Minggu (31/5/2026) di kawasan Kompleks Perikanan, Biak. Peristiwa itu menewaskan enam warga, menyebabkan tiga orang hilang, serta merusak sedikitnya sembilan rumah warga.
Temuan mortir, granat, dan puluhan amunisi aktif di sekitar lokasi menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut masih menyimpan sisa-sisa persenjataan perang yang berpotensi membahayakan warga. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
-
Gedung Kantor Sendiri 'Digerogoti'! KPK Ungkap Kerugian Rp35,7 M di Proyek Pemkab Lamongan
-
Fakta Baru! Tak Cuma Johnny Wakum, Mama Sinta Juga Polisikan Dandhy Laksono Buntut Film Pesta Babi
-
Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
-
Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta
-
Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun
-
Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan