News / Nasional
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:18 WIB
Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua menemukan 30 butir amunisi saat melakukan sterilisasi di TKP meledaknya bom peninggalan PD II di Biak, Selasa (2/6/2026). [ANTARA/HO-Humas Polda Papua]
Baca 10 detik
  • Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak pada 31 Mei 2026 menewaskan enam warga setempat.
  • Tim Jibom Brimob Polda Papua menemukan puluhan bahan peledak aktif lainnya saat proses sterilisasi lokasi pada awal Juni.
  • Tim SAR gabungan masih mencari tiga warga hilang dan melakukan identifikasi potongan tubuh di RSUD Biak hingga kini.

Suara.com - Ledakan maut yang menewaskan enam warga di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Biak, ternyata menyisakan ancaman yang lebih besar.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua kembali menemukan sejumlah bahan peledak aktif peninggalan Perang Dunia II di sekitar lokasi kejadian.

Temuan terbaru itu berupa tiga mortir dan 30 butir amunisi yang ditemukan saat proses penyisiran dan sterilisasi area ledakan dilakukan pada Selasa (2/6/2026).

"Berbagai jenis bahan peledak itu ditemukan saat tim Jibom, Selasa (2/6) saat melakukan pembersihan di sekitar TKP dan saat ini sudah dimusnahkan," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (3/6/2026).

Rumah warga yang rusak berat akibat dampak ledakan bom bekas peninggalan PD II, di Biak, Papua, Minggu (31/5/2026. Peristiwa ledakan bom tersebut juga menimbulkan korban jiwa lima orang meninggal. ANTARA/HO-Humas Polda Papua

Temuan tersebut menambah daftar bahan peledak yang sebelumnya sudah ditemukan sehari setelah insiden.

Pada Senin (1/6), tim Jibom juga menemukan dua granat aktif jenis nanas dan manggis yang kemudian langsung dimusnahkan.

Polisi memastikan proses sterilisasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa di sekitar lokasi ledakan.

"Bila sudah dinyatakan aman maka tim dari Labfor dan Direktorat Reskrimum Polda Papua bersama Satuan Reskrim Polres Biak Numfor akan melakukan olah TKP," ujar Ari.

Di tengah proses penyisiran bahan peledak, operasi pencarian korban juga masih berlangsung.

Baca Juga: Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Tim SAR gabungan hingga kini masih berupaya menemukan tiga warga yang dilaporkan hilang pascaledakan.

Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan pesisir di sekitar lokasi kejadian. Sejak Selasa (2/6), tim SAR telah menemukan sejumlah potongan tubuh manusia yang kini disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk proses identifikasi.

"Tim DVI Polda Papua akan melakukan identifikasi terhadap temuan tersebut," katanya.

Seperti diketahui, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II terjadi pada Minggu (31/5/2026) di kawasan Kompleks Perikanan, Biak. Peristiwa itu menewaskan enam warga, menyebabkan tiga orang hilang, serta merusak sedikitnya sembilan rumah warga.

Temuan mortir, granat, dan puluhan amunisi aktif di sekitar lokasi menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut masih menyimpan sisa-sisa persenjataan perang yang berpotensi membahayakan warga. (Antara)

Load More