- Tim Jibom Polda Papua memusnahkan satu granat aktif peninggalan Perang Dunia II di Biak pada Senin, 1 Juni 2026.
- Ledakan bom di Kompleks Perikanan Biak menewaskan lima orang, melukai 19 korban, serta merusak sembilan rumah warga setempat.
- Pemerintah daerah menyediakan pengungsian sementara bagi 55 warga terdampak hingga lokasi dinyatakan steril oleh tim Gegana Brimob.
Suara.com - Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua menemukan satu granat aktif jenis nanas saat melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak, Senin (1/6/2026).
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan pada Senin malam mengatakan, granat nanas itu ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan sekitar pukul 18.00 WIT granat tersebut langsung dimusnahkan.
Pemeriksaan terhadap bahan peledak akan kembali dilanjutkan Selasa (2/6), mengingat tim Jibom baru tiba di Biak Senin sore, sehingga tidak maksimal.
Oleh karena itu, ia meminta agar warga tidak memasuki TKP guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sampai tim Jibom menyatakan kawasan itu bersih dari berbagai bahan peledak.
"Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan," katanya sebagaimana dilansir Antara.
"Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak," katanya.
Sebelumnya, akibat bom peninggalan PD II yang meledak di kawasan itu, menyebabkan lima orang meninggal yaitu Deflin Raubaba (41 th), Moris Raubaba (24 th), Karmila Ayorbaba(25 th), Israel Raubaba (7 th) dan Isril Raubaba (5th).
Selain menewaskan lima orang, insiden itu juga mengakibatkan tiga orang dinyatakan hilang, 19 orang luka-luka dan sembilan rumah rusak yang dihuni 10 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 55 orang.
Saat ini 55 orang, masih ditampung sementara ditempat pengungsian yang disediakan Pemda Biak Numfor.
Baca Juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
Ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II itu terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Berita Terkait
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera
-
5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara