- Tim peneliti UGM menyelidiki penyebab api spontan di rumah warga Seyegan, Sleman, yang terjadi sejak akhir Mei 2026.
- Kebakaran diduga dipicu akumulasi gas hidrogen dan fosfin hasil fermentasi limbah organik dari usaha pemotongan ayam pemilik rumah.
- Peneliti merekomendasikan evakuasi barang mudah terbakar, penggunaan ventilasi udara, serta penggunaan cairan basa untuk menetralkan sisa limbah organik.
Suara.com - Tim Peneliti Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap hasil penelitian sementara terkait misteri kemunculan api secara spontan di sebuah rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY.
Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi mengatakan peristiwa itu diduga kuat dipicu oleh keberadaan gas fosfin (PH3).
Pihaknya mengindikasikan bahwa gas yang sangat mudah terbakar pada suhu kamar tersebut terbentuk dari material kaya fosfat, seperti limbah tulang dan bagian keras bulu ayam yang tertimbun di sekitar lokasi.
Diketahui rumah tersebut memang digunakan sebagai tempat usaha pemotongan ayam oleh keluarga.
Tim PKPE UGM memaparkan bagaimana zat kimia dari limbah pemotongan ayam tersebut disinyalir menjadi biang keladi yang memantik zat mudah terbakar lainnya di dalam rumah.
Terkait rantai produksi gas di area tersebut, para peneliti menarik kesimpulan sementara mengenai keterikatan erat antara kemunculan api dan aktivitas biologis limbah tersebut.
"Kesimpulan sementara, satu, keluarnya api, berasosiasi dengan gas hidrogen. Dua, gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam," kata Alva dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).
Disampaikan Alva, selain hidrogen, diduga ada gas lain yang mudah terbakar khususnya pada suhu kamar ikut muncul di titik-titik rumah tersebut.
"Sangat dimungkinkan, bersama dengan gas hidrogen tersebut ada gas lain yang lebih mudah terbakar pada suhu kamar, yaitu gas fosfin (PH3), yang diduga bisa terbentuk dari material yang kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras dari bulu ayam," ungkapnya.
Baca Juga: Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari
Sifat gas fosfin yang langsung habis terbakar begitu bereaksi dengan oksigen membuat keberadaannya sulit ditangkap secara kasat mata.
"Gas fosfin ini sayangnya tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar jika bertemu oksigen. Sangat dimungkinkan gas fosfin tersebut yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan. Hal ini masih perlu diselidiki secara lebih mendalam," tegasnya.
Sebelum indikasi kuat mengenai gas fosfin ini mencuat, tim sempat menguji kemungkinan adanya kandungan gas bumi atau jenis gas rawa lainnya. Observasi sudah dilakukan sejak Sabtu (30/5/2026) kemarin.
Pengukuran berkala yang dilakukan pada Senin (1/6/2026) awalnya menemukan lonjakan drastis pada konsentrasi gas hidrogen (H2) di area sanitasi dan kamar tidur, sesaat setelah api mendadak muncul kembali.
Guna memastikan tidak ada faktor eksternal lain di luar limbah organik, tim kembali menggelar uji validasi lanjutan pada Rabu (3/6/2026) kemarin.
Dari pemeriksaan bersilang tersebut, tim menyebut bahwa masalah kebakaran ini bertumpu pada akumulasi gas hidrogen dan interaksinya dengan gas pemantik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan