-
Israel menutup total akses perbatasan Gaza dan menyetop bantuan logistik pascaserangan rudal Iran.
-
Lembaga internasional memperingatkan ancaman kelaparan akut meski Israel mengklaim pasokan pangan surplus.
-
Pelanggaran gencatan senjata terus memakan korban jiwa di tengah krisis kemanusiaan Gaza.
Suara.com - Jalur Gaza kini sepenuhnya terisolasi dari bantuan luar setelah militer Israel memutuskan untuk menutup seluruh gerbang perbatasan tanpa batas waktu yang ditentukan.
Kebijakan drastis ini diambil menyusul hujan rudal balistik yang diluncurkan oleh militer Iran ke wilayah Israel.
Dikutip dari Anadolu, penutupan jalur logistik ini memicu kekhawatiran baru di tengah kondisi pengungsi yang kian kritis.
Langkah sepihak ini memutus urat nadi pasokan makanan dan obat-obatan yang selama ini menopang jutaan nyawa.
Dua titik krusial penyeberangan, yaitu Kerem Shalom dan Rafah, menjadi wilayah utama yang operasionalnya dihentikan total.
Otoritas pertahanan Israel berdalih tindakan ini tidak akan memicu bencana kemanusiaan baru di kawasan tersebut.
Mereka berargumen pasokan makanan yang masuk sebelumnya sudah melebihi standar kecukupan gizi yang ditetapkan PBB.
Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta lapangan yang dihimpun oleh lembaga swadaya internasional.
Banyak organisasi kemanusiaan justru meneriakkan alarm bahaya terkait bencana kelaparan yang semakin meluas.
Baca Juga: Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel
Perwakilan warga Palestina menegaskan bahwa pemenuhan poin-poin kesepakatan damai oleh pihak Israel masih sangat minim.
Komitmen logistik seperti bahan medis dan alat rekonstruksi bangunan hampir tidak pernah terealisasi secara inklusif.
Hingga saat ini, agresi berkepanjangan sejak akhir tahun lalu telah merenggut puluhan ribu nyawa masyarakat sipil.
Mayoritas korban jiwa dan luka-luka didominasi oleh kelompok rentan, yakni perempuan serta anak-anak.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah ditegaskan sejak akhir tahun lalu, stabilitas keamanan belum juga terwujud.
Serangan berskala kecil yang terjadi hampir setiap hari terus menambah daftar panjang korban jiwa baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman
-
Baru Dilantik, Suhud Alynudin Bongkar Kondisi APBD Jakarta: Masih Defisit, Perlu Cari Cuan!
-
Dilantik Sore Ini, Kepala BGN Nanik S. Deyang Tiba di Istana
-
Paspor Berserakan di Dekat Halte BSD, Imigrasi Tangsel Telusuri Pemiliknya
-
Jukir Liar Jakarta Tak Cuma Dirazia: Bakal Dilatih Kerja atau Dipulangkan ke Kampung!
-
Pemprov Jabar Percepat Pembangunan TPPAS Legok Nangka, Solusi Jangka Panjang Kelola Sampah Regional
-
Siapa yang Bocorkan? Jukir Liar di RSCM Selalu Kabur Lebih Dulu Sebelum Razia Dishub
-
Punya Hubungan Keluarga dengan Raffi Ahmad, Fiki Satari Terpilih Jadi Dirut PAW TVRI
-
Mafirion Minta Natalius Pigai Fokus Selesaikan Kasus HAM Ketimbang Urus Polri
-
Tak Perlu S1! Panja RUU Polri Sepakati Syarat Masuk Polisi Tetap Minimal Lulusan SMA