News / Internasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:03 WIB
Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat menyerang sistem pertahanan Iran di Selat Hormuz pada Selasa, 9 Juni 2026, atas perintah Presiden Donald Trump.
  • Serangan tersebut merupakan respons militer terhadap tindakan Iran yang diduga menembak jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.
  • Misi militer terbatas ini menargetkan instalasi radar Iran namun kedua negara menyatakan tidak berniat memicu perang berskala besar.

Mereka berhasil diselamatkan oleh drone maritim sekitar dua jam setelah insiden terjadi.

Di sisi lain, pejabat Iran membantah adanya unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyebut helikopter mungkin terkena tembakan akibat kesalahan atau situasi tidak disengaja.

“Pasukan asing di dekat wilayah kami selalu berisiko akibat kesalahan manusia atau kecelakaan,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap mengutamakan jalur diplomasi, namun siap merespons jika diperlukan.

Ketegangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan antara kedua negara.

Sejumlah pihak khawatir eskalasi terbaru dapat menggagalkan upaya perdamaian yang sedang berjalan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf turut memperingatkan bahwa Teheran akan membalas setiap tindakan yang diambil Washington.

“Kami lebih memilih diplomasi, tetapi kami juga fasih dalam bahasa lain,” ujarnya.

Baca Juga: Bikin Malu! Penampakan 'Air Terjun' di Stadion AS Jelang Kick Off Piala Dunia 2026

Load More