- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap ASN BPK terkait dugaan suap dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
- Suap tersebut diduga berkaitan dengan temuan audit BPK atas proyek pengadaan barang, termasuk pengadaan Smart TV di daerah.
- Sebanyak sebelas orang diamankan dalam operasi pada 10 Juni 2026 dan status perkara telah ditingkatkan menjadi tahap penyidikan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebagai pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Muara Enim Edison.
Kali ini, operasi senyap tersebut menyasar sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT terbaru itu berkaitan dengan dugaan suap yang diberikan Pemerintah Kabupaten Muara Enim kepada pihak BPK.
“Untuk tangkap tangan kali ini berkaitan dengan dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim, Sumatera Selatan kepada pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).
Menurut Budi, dugaan suap tersebut berkaitan dengan temuan audit BPK terhadap sejumlah pengadaan barang di lingkungan Pemkab Muara Enim, termasuk proyek pengadaan Smart TV.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 11 orang. Dari jumlah itu, lima orang merupakan ASN BPK.
KPK kemudian menggelar perkara dan memutuskan meningkatkan penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan.
“Siang tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan atas penyelidikan tertutup ini diputuskan untuk naik ke tahap penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan sah,” ujar Budi.
Dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan, KPK juga telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Namun identitas mereka belum diungkap kepada publik.
Baca Juga: Rincian Jatah Korupsi di Muara Enim: Bupati 5 Persen, Kadis 3 Persen, Sisanya Buat PPK
“Pada intinya dua perkara yang berkaitan, namun memang berbeda. Yang satu suap terkait dengan pengadaan, yang satu suap terkait dengan temuan BPK di Pemkab Muara Enim,” tegas Budi.
Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT sebelumnya yang menjerat Bupati Muara Enim Edison dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Edison bersama sejumlah pihak lain sebagai tersangka dalam kasus pengadaan di lingkungan Pemkab Muara Enim.
OTT terbaru tersebut juga menjadi operasi tangkap tangan ke-13 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.
Sepanjang tahun ini, KPK telah mengungkap berbagai perkara korupsi, mulai dari kasus pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak, dugaan korupsi restitusi pajak, pengurusan izin tinggal warga negara asing, hingga sejumlah kasus yang melibatkan kepala daerah dan pejabat pengadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove