- Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membantah keterlibatannya dalam kasus korupsi Badan Gizi Nasional pada Rabu, 10 Juni 2026.
- Fitroh menegaskan tidak mengenal mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya maupun terlibat dalam pengadaan dapur program makan.
- Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan petinggi BGN sebagai tersangka atas dugaan mark up anggaran pengadaan barang dan jasa.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto membantah memiliki keterkaitan dengan dugaan kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) setelah namanya disebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya.
Fitroh menegaskan tidak mengenal Sony secara pribadi dan tidak pernah berkomunikasi terkait pengadaan dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya tidak kenal secara personal dengan Sony dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur, apalagi membeli titik karena saya tidak bisnis dapur,” kata Fitroh kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi beredarnya unggahan di media sosial yang mencantumkan namanya dalam daftar pihak yang dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi di BGN.
Isu itu muncul setelah Sony Sonjaya dikabarkan siap mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tahun anggaran 2025-2026.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut ketiga mantan petinggi BGN tersebut diduga melakukan praktik penggelembungan harga atau mark up dalam berbagai proyek pengadaan barang dan jasa.
Menurut penyidik, dugaan mark up terjadi pada sejumlah pengadaan berskala besar, mulai dari kendaraan operasional hingga atribut pegawai. Praktik tersebut diduga menyebabkan pemborosan anggaran dan kerugian negara yang tidak mendukung pelaksanaan program MBG di lapangan.
Kejaksaan Agung juga menduga para tersangka menggunakan kewenangan jabatan mereka untuk mengintervensi proses pengadaan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BGN.
Baca Juga: Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
Berita Terkait
-
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
-
KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun
-
Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!
-
Ada 24 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Mayoritas dari Kalangan Legislatif
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
-
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
-
Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
-
Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
-
Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu
-
Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga
-
KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai
-
Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!
-
KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun