- Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengkritik keras pemerintah atas kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green secara tiba-tiba.
- Kenaikan harga BBM tersebut dilakukan tanpa sosialisasi memadai serta tidak melibatkan koordinasi dengan DPR sebagai lembaga pengawas resmi.
- Kebijakan kenaikan harga ini dinilai akan menekan daya beli masyarakat serta memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok.
Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, melayangkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 secara tiba-tiba.
Mufti menyatakan kekecewaannya lantaran kenaikan ini terjadi di saat daya beli masyarakat masih belum pulih sepenuhnya.
Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar pada angka kenaikan harga, melainkan cara kebijakan tersebut diputuskan dan disampaikan kepada publik.
"Kami tentu kecewa dengan kenaikan harga BBM yang kembali terjadi di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan. Yang menjadi persoalan bukan hanya soal kenaikan harganya, tetapi juga cara kebijakan ini diambil dan dikomunikasikan kepada publik," ujar Mufti kepada Suara.com, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) melonjak dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Mufti menyoroti pola pengambilan keputusan pemerintah yang dinilai tidak transparan. Ia menyayangkan tidak adanya sosialisasi yang memadai kepada masyarakat serta absennya koordinasi dengan DPR RI selaku lembaga pengawas.
"Kenaikan yang cukup signifikan ini terjadi secara tiba-tiba, tanpa sosialisasi yang memadai, tanpa penjelasan yang utuh kepada masyarakat. Bahkan DPR sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan pun tidak pernah mendapatkan informasi maupun diajak berdiskusi sebelumnya," tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
Ia menambahkan bahwa pola komunikasi satu arah seperti ini sudah berulang kali dikritisi oleh Komisi VI DPR RI, namun tampaknya belum menjadi evaluasi serius bagi pemerintah.
Lebih lanjut, Mufti mengingatkan pemerintah bahwa BBM adalah komoditas vital yang memiliki efek domino terhadap perekonomian rakyat kecil. Kenaikan harga BBM dipastikan akan memicu kenaikan biaya transportasi, biaya usaha, hingga harga kebutuhan pokok.
Baca Juga: BBM Naik-Rupiah Jebol, Warga: Sekarang Belanja Cuma Dapat Sayur dan Bumbu-bumbuan Saja!
"Pemerintah harus memahami bahwa bagi rakyat, BBM bukan sekadar komoditas. BBM memengaruhi biaya transportasi, biaya usaha, biaya distribusi, hingga harga kebutuhan sehari-hari," tuturnya.
Mufti mendesak pemerintah untuk lebih mengedepankan prinsip transparansi dan empati dalam setiap kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat.
"Setiap kebijakan yang berkaitan dengan BBM harus dilakukan dengan transparan, hati-hati, dan penuh empati terhadap kondisi rakyat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
2 dari Empat Anggota BAIS TNI Dipecat dari Militer Imbas Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Helikopter Apache Jatuh, AS Menggila! Iran Dibombardir di Selat Hormuz
-
Pasokan Minyak Dunia Terguncang Parah Akibat Serangan AS ke Dekat Selat Hormuz
-
Panas! Babak Baru Perselisihan Donald Trump vs Benjamin Netanyahu
-
Jamin Proses Pelaksanaan SPMB Lancar Sampai Tahap Akhir, Gubernur Jabar Sempurnakan Pelaksanaannya
-
Terjerat Judi Online, Anak-Anak Disebut Sampai Mencuri dan Berutang Pinjol
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Perang Meluas! Iran Bombardir Bahrain, Kuwait, dan Yordania, Sasar Pangkalan AS
-
Ada 24 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Mayoritas dari Kalangan Legislatif
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital