- Polda Metro Jaya menggelar apel pengamanan di Gedung DPR RI pada Senin, 15 Juni 2026, untuk memastikan keamanan ibu kota.
- Sebanyak 6.675 personel gabungan dikerahkan guna mengamankan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman serta aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis.
- Petugas diwajibkan bertindak humanis dan dilarang membawa senjata api demi menjamin kelancaran jalur VIP serta ketertiban aksi massa.
Suara.com - Polda Metro Jaya menggelar apel gabungan di halaman Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (15/6/2026) pagi untuk memastikan keamanan ibu kota. Pengamanan diperketat menyusul berlangsungnya dua agenda besar secara bersamaan, yakni kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen mahasiswa.
Apel dipimpin langsung oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Joko Sulistio. Dalam arahannya, Joko mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan yang humanis dan profesional saat mengawal jalannya demonstrasi.
"Yang pertama, laksanakan tugas secara humanis dan terukur. Jangan mudah terpancing emosi, hadapi dengan sabar, tenang, dan proporsional. Ingat betul bahwa penegakan hukum adalah langkah terakhir," kata Joko di halaman Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026).
Ia juga menegaskan larangan keras bagi personel membawa senjata api saat mengamankan aksi penyampaian pendapat.
"Kedua, tidak ada senjata api. Ulangi, tidak ada senjata api. Propam wajib memastikan dan memvideokan pemeriksaan alat utama dan alat khusus seluruh personel sebelum bertugas," tegasnya.
Selain mengamankan jalannya aksi demonstrasi, personel juga diminta memastikan kelancaran rute yang akan dilalui rombongan Presiden Jerman. Jalur VIP tersebut membentang dari Halim Perdanakusuma hingga kawasan Asia Afrika.
"Hari ini, selain mengamankan unjuk rasa, Jakarta juga menerima kunjungan Presiden Jerman. Jalur lintasan mulai dari Halim, Sudirman, Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Asia Afrika hingga kawasan TVRI harus dipastikan aman," ujarnya.
Joko menambahkan, pengawasan akan diperketat di sejumlah titik yang bersinggungan langsung dengan rute rombongan tamu negara.
"Sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali. Tidak boleh ada massa aksi yang meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP. Kawasan TVRI menjadi atensi khusus karena bersinggungan langsung dengan titik rawan pergerakan massa," katanya.
Baca Juga: Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, sebanyak 6.675 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Jumlah tersebut terdiri atas 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan.
Menurut Budi, aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan DPR/MPR RI, Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, hingga Gedung Badan Gizi Nasional (BGN).
"Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi," ujar Budi.
Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian kegiatan, baik kunjungan kenegaraan Presiden Jerman maupun aksi penyampaian aspirasi masyarakat, dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif tanpa mengganggu mobilitas warga Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai
-
Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna
-
Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional
-
Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri
-
Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS
-
Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian
-
Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN
-
Hadiri Pujabakti Waisak Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
-
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru