- Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp370,4 miliar untuk mendukung program operasional serta pembinaan ideologi Pancasila.
- Usulan tambahan disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026.
- BPIP memerlukan dana tambahan Rp343 miliar untuk membangun pusat diklat bagi para pejabat negara dan pemusatan latihan Paskibraka.
Suara.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp141 miliar masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjalankan program penguatan ideologi di tanah air. Terkait hal tersebut, Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp370,4 miliar serta anggaran khusus pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan (Diklat) sebesar Rp343 miliar.
Hal itu disampaikan Yudian dalam Rapat Kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Yudian memaparkan bahwa berdasarkan surat bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan, BPIP memperoleh pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp141.069.079.000. Namun, mayoritas dana tersebut terserap untuk urusan operasional internal.
"Pagu indikatif tersebut hanya dialokasikan untuk belanja pegawai sebesar Rp88,1 miliar, operasional dan pemeliharaan kantor Rp42,8 miliar, serta program Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang hanya tersisa Rp10 miliar, itu pun untuk kegiatan Paskibraka," ujar Yudian di hadapan pimpinan dan anggota Komisi XIII.
Mengingat keterbatasan tersebut, Yudian menyatakan telah bersurat kepada Ketua Komisi XIII DPR RI, Menteri Keuangan, dan Kepala Bappenas untuk memohon tambahan anggaran sebesar Rp370.457.677.928.
Tambahan tersebut rencananya akan dialokasikan ke dalam dua kategori besar:
Program Dukungan Manajemen (Rp131,1 Miliar): Meliputi peningkatan SDM, manajemen aset, pengawasan, reformasi birokrasi, serta teknologi informasi.
Program PIP (Rp239,3 Miliar): Meliputi sosialisasi pengarusutamaan Pancasila, penyelarasan regulasi agar selaras dengan nilai Pancasila, standarisasi materi PIP, hingga sertifikasi pengajar diklat.
Selain tambahan anggaran operasional dan program, Kepala BPIP juga mengungkapkan kebutuhan mendesak akan sarana fisik berupa Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Baca Juga: Legislator DPR: YouTuber Ferry Irwandi Layak Diapresiasi Negara Lewat BPIP
"Saat ini kami memiliki kebutuhan untuk tempat pelaksanaan diklat PIP. Kami mengusulkan pengadaan sarana dan prasarana pusat diklat dengan kebutuhan lahan sekitar 7 hektar," jelasnya.
Proyek yang diperkirakan menelan biaya Rp343 miliar ini diproyeksikan menjadi pusat pelatihan bagi 20.767 pejabat pimpinan tinggi (pratama dan madya) dari seluruh Indonesia.
Selain itu, fasilitas ini juga akan digunakan sebagai tempat pemusatan latihan calon Paskibraka tingkat pusat yang membutuhkan lapangan dan ruang diklat yang memadai.
"Kami sampaikan usulan ini dengan penuh kerendahan hati untuk mendukung penguatan pelembagaan Pancasila dan pengukuran indeks aktualisasi Pancasila di masa depan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya
-
Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai
-
Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna
-
Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional
-
Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan
-
Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri
-
Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS
-
Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian
-
Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN