-
Amerika Serikat dan Iran sepakat menandatangani perjanjian damai di Jenewa pada hari Jumat.
-
Para pemimpin dunia menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah nyata meredam konflik.
-
Isu nuklir Iran dan keamanan Selat Hormuz menjadi fokus utama perhatian global.
Suara.com - Amerika Serikat dan Iran sepakat mengakhiri ketegangan panjang lewat perjanjian baru yang dijadwalkan berlaku mulai Jumat ini. Langkah diplomasi ini langsung memicu gelombang optimisme dari berbagai pemimpin dunia demi stabilitas global.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membeberkan bahwa penandatanganan kesepakatan formal bakal berlangsung di Jenewa, Swiss. Momen krusial ini bertepatan dengan penutupan KTT G7 yang digelar di Évians-les-Bains, Prancis.
Dikutip dari CNN, Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa dialog lanjutan segera digelar di Swiss pasca-seremonial penandatanganan. Pertemuan tersebut dirancang untuk merumuskan langkah teknis implementasi poin-poin kesepakatan di lapangan.
Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani yang bertindak sebagai mediator utama menyerukan kerja sama konkret. Tokoh kunci diplomasi Timur Tengah ini menaruh harapan besar pada iktikad baik kedua belah pihak.
Ia mengekspresikan harapannya agar semua pihak terlibat dalam semangat positif dan konstruktif yang akan membantu mengonsolidasikan kemajuan ini dan membangun di atasnya.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut memberikan respons positif atas perkembangan eksekusi perjanjian ini. Dirinya secara terbuka menyebut capaian diplomasi tersebut sebagai sebuah "langkah penting" bagi keamanan internasional.
Apresiasi mendalam juga datang dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres kepada negara-negara penengah. Guterres memuji peran aktif Pakistan, Turki, dan Arab Saudi dalam menjembatani konflik.
"Kesepakatan tersebut sebagai langkah kritis menuju penyelesaian konflik secara damai," tulis dalam unggahannya.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak seluruh pihak segera mengeksekusi nota kesepakatan secara utuh. Macron menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap kedaulatan Lebanon yang selama ini menjadi titik krusial konflik.
Baca Juga: Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoan menyambut baik kerangka kerja ini namun mengingatkan adanya potensi gangguan. Erdoan meminta semua pihak tetap waspada terhadap segala bentuk provokasi yang bisa merusak kesepakatan sebelum hari penandatanganan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong mendorong pemanfaatan momentum ini. Mereka mendesak Iran menyelesaikan kekhawatiran global terkait program nuklirnya demi menciptakan perdamaian yang bermanfaat.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ikut menyuarakan harapannya melalui platform media sosial pasca-pengumuman kesepakatan. Takaichi menekankan pentingnya jaminan keamanan jalur pelayaran internasional komersial di kawasan Timur Tengah.
Jepang berharap kesepakatan ini mampu memastikan navigasi yang bebas dan aman di Selat Hormuz dalam waktu dekat. Tokyo juga mendesak penyelesaian komprehensif atas program nuklir Iran demi stabilitas ekonomi dunia.
Hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam tensi tinggi akibat perselisihan program nuklir yang berkepanjangan. Ketegangan ini berdampak luas pada keamanan jalur maritim logistik global dan memicu instabilitas di kawasan Timur Tengah.
Keterlibatan berbagai aktor regional seperti Lebanon turut memperumit proses negosiasi gencatan senjata selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran negara mediator seperti Qatar dan Pakistan akhirnya berhasil membuka jalan buntu diplomasi melalui draf perjanjian Jenewa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga