News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 15:16 WIB
Megawati Soekarnoputri, meresmikan selesainya renovasi Istana Gebang dan monumen patung Bung Karno di Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). (Dok. PDIP)
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Sananwetan, Blitar, pada Senin, 15 Juni 2026.
  • Acara tersebut menjadi momentum refleksi sejarah mengenai perjuangan Bung Karno bagi ribuan kader dan masyarakat yang hadir.
  • Megawati mengajak generasi muda mewaspadai bentuk penjajahan modern serta memaknai kemerdekaan melalui semangat perjuangan sang Proklamator bangsa Indonesia.

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan selesainya renovasi Istana Gebang dan monumen patung Bung Karno di Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). 

Acara ini menjadi momentum refleksi sejarah bagi ribuan kader dan masyarakat yang hadir. 

Ada pemandangan menarik saat Megawati naik ke atas podium. Ia memutuskan untuk tidak membacakan naskah sambutan formal yang telah disiapkan oleh panitia. 

Megawati mengaku lebih memilih berbicara spontan dari hati, mengingat Istana Gebang adalah rumah yang penuh memori kekeluargaan baginya. 

"Ini tadinya saya sudah dibuatkan nih yang namanya sambutan, terus aku kok mikir... ini sambutan tak woco opo ora yo? Tapi kalau saya baca jadi formal. Nggak ah, ini di rumah Eyang Kakung. Aku langsung udah ngomong. ‘Eyang Kakung, nyuwun sewu nggih, aku tak ngomong... ini ngomong hati nurani’," ujar Megawati dalam keterangannya. 

Dalam pidatonya, Megawati menekankan bahwa Istana Gebang memiliki nilai yang jauh lebih dalam dari sekadar bangunan fisik. 

Ia mengingatkan generasi muda tentang beratnya perjuangan Bung Karno yang harus mendekam di penjara dan pengasingan selama 22 tahun demi kemerdekaan Indonesia. 

"Tempat ini bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk diresapi. Saya merenung berhari-hari saat diminta membuka kembali Istana Gebang ini. Apa yang harus saya ceritakan? Apakah hanya tentang tempat tinggal masa kecil Bung Karno? Bukan. Tapi tentang semangat perjuangan beliau," tegas Megawati. 

Ia juga melontarkan pertanyaan reflektif kepada ribuan massa mengenai arti kemerdekaan yang sesungguhnya di masa kini. 

Baca Juga: Baru Tayang di Netflix! Lawmen: Bass Reeves Angkat Kisah Mantan Budak Jadi Legenda Penegak Hukum

Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk penjajahan modern. 

"Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?” teriak Megawati, yang dijawab dengan seruan kompak “Tidak!” oleh para hadirin. 

Peresmian renovasi bangunan berarsitektur kolonial ini ditandai secara simbolis dengan penekanan tombol sirine. Megawati didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga lainnya seperti Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno. 

Hadir pula Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan pakar militer Connie Rahakundini Bakrie. 

Selain bangunan rumah, Megawati juga meresmikan patung Bung Karno setinggi 5 meter karya seniman asal Bantul, Drs. Gunadi. Peresmian patung ini ditandai dengan penandatanganan prasasti resmi sebagai simbol kehadiran spiritual sang Proklamator di tanah Blitar. 

Istana Gebang sendiri merupakan situs sejarah yang didirikan pada tahun 1884. Rumah ini mulai ditempati keluarga besar Bung Karno sekitar tahun 1917 setelah dibeli dari seorang pegawai kereta api Belanda, C.H. Portier. Di tempat inilah, bersama orang tuanya Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, karakter dan gagasan kebangsaan Bung Karno mulai terbentuk sebelum akhirnya menjadi pemimpin besar revolusi Indonesia.

Load More