- Amerika Serikat dan Iran resmi menyepakati penghentian perang serta mengakhiri blokade militer di Selat Hormuz pada 15 Juni 2026.
- Anggota Komisi I DPR RI meminta PBB mengawasi Israel agar tidak melakukan serangan yang dapat merusak perjanjian damai tersebut.
- Perdamaian kedua negara diharapkan menciptakan stabilitas global yang berdampak positif pada penurunan harga energi serta kebutuhan pokok masyarakat.
Suara.com - Kabar baik datang dari kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan penghentian perang pada Senin (15/6/2026).
Kesepakatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya blokade militer AS di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik panas ketegangan geopolitik dunia.
Menanggapi perkembangan itu, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, menyambut positif langkah rekonsiliasi kedua negara. Menurutnya, perdamaian tersebut menjadi fondasi penting bagi stabilitas global yang harus dijaga bersama.
“Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara. Kesepakatan damai ini harus dihormati dan dijaga oleh semua pihak,” ujar Oleh Soleh dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026).
Meski demikian, Oleh memberikan perhatian khusus terhadap Israel sebagai sekutu utama AS di kawasan. Ia mengingatkan agar tidak ada langkah yang berpotensi memicu kembali konflik di Timur Tengah.
“Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran. Langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran,” katanya.
Oleh menilai rekam jejak Israel dalam berbagai konflik kerap menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan kesepakatan internasional. Karena itu, ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional mengawasi secara ketat implementasi perjanjian damai tersebut.
“Jika dalam masa damai ini Israel ternyata melakukan serangan, maka Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada Israel. Tidak boleh ada negara mana pun yang merusak perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat,” tegasnya.
Di sisi lain, Oleh juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mendukung terciptanya perdamaian melalui jalur diplomasi.
Baca Juga: Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
“Kita berharap Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap perjanjian damai ini dan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi,” ujarnya.
Oleh optimistis meredanya ketegangan antara AS dan Iran akan membawa dampak positif bagi perekonomian global, terutama terhadap stabilitas harga energi dan pangan.
“Perjanjian damai ini diharapkan membawa dampak positif bagi dunia internasional. Dengan situasi yang lebih kondusif, harga minyak dunia dapat kembali stabil, begitu juga harga berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya. Pada akhirnya, masyarakat dunia akan merasakan manfaat dari terciptanya perdamaian tersebut,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Suami Dilaporkan Kasus Perzinaan, Cut Keke Beri Respons Mengejutkan: Banyak Fitnahnya!
-
Batal ke Papua, Pegawai BGN yang Viral Main HP Saat Zoom Dimutasi ke Sulsel
-
Minat Investasi Turun, Harga Acuan Emas Merosot
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Rekor Tiga Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke Jakarta, Bareskrim Buru Jaringan Pilot Malaysia
-
Ramai Video Pagar Besi di Mal, Penasihat Presiden: Kita Doakan Bangsa Kita Aman
-
Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?
-
Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'