News / Nasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB
Politikus PDIP Guntur Romli. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Politisi PDIP Mohamad Guntur Romli membantah tuduhan Aliansi BEM Bersatu terkait intervensi politik dalam aksi penolakan program MBG.
  • Aliansi BEM Bersatu menuding keterlibatan aktor politik senior karena pimpinan aksi menggunakan fasilitas mewah milik kerabat mantan petinggi militer.
  • Guntur Romli menilai tuduhan tersebut tidak mendasar dan menyatakan kritik terhadap program MBG merupakan aspirasi murni terkait dugaan korupsi.

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, bereaksi terhadap tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut adanya intervensi aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guntur menegaskan bahwa PDI Perjuangan sama sekali tidak memiliki kaitan dengan gerakan mahasiswa tersebut.

Ia meminta agar semua pihak tidak merendahkan independensi gerakan mahasiswa dengan tuduhan-tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.

"Jangan merendahkan gerakan independen mahasiswa dengan memberikan tuduhan ditunggangi oleh partai dengan bukti yang sumir dan tidak masuk akal," ujar Guntur saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (16/6/2026).

Sebelumnya, BEM Bersatu mencurigai adanya keterlibatan mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, dalam aksi mahasiswa.

Dugaan ini muncul karena pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, kedapatan menggunakan mobil SUV mewah Fortuner yang diduga milik Siti Nuraeni, adik dari Setyo Sularso. Setyo sendiri diketahui merupakan besan dari Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Menanggapi hal itu, Guntur menyebut rangkaian logika yang dibangun BEM Bersatu sebagai bentuk "cocokologi" yang dipaksakan.

"Itu hanya cocokologi. Mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di Pilpres, padahal Pilpres sudah selesai," sindir Guntur.

Ia menambahkan bahwa hubungan kekeluargaan tidak bisa dijadikan tolok ukur pilihan politik seseorang.

Baca Juga: PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

"Adik-kakak belum tentu pilihan politiknya sama. Besanan juga belum tentu sama politiknya. Ini dipaksakan," tegasnya.

Guntur menilai kritik mahasiswa terhadap program MBG merupakan aspirasi murni masyarakat yang merasa ada masalah dalam implementasinya.

Hal itu, menurutnya, diperkuat dengan fakta hukum terbaru terkait penangkapan eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kritik terhadap MBG itu datang dari hampir semua lapisan masyarakat. Yang sekarang terbukti dengan ditangkapnya tiga eks pimpinan BGN atas tuduhan korupsi," ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Guntur Romli justru mempertanyakan motif di balik tudingan BEM Bersatu yang terkesan menyerang gerakan mahasiswa lain yang kritis terhadap program pemerintah tersebut.

"Apa BEM Bersatu itu mau bela koruptor MBG?" pungkasnya.

Load More