News / Nasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 17:28 WIB
Mantan Ketua BEM UGM periode 2025, Tiyo Ardianto. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • BEM Bersatu menduga adanya keterlibatan aktor politik dalam penemuan alat pelacak di mobil mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
  • Rahmat Djimbula menyatakan bahwa Tiyo memiliki keterkaitan dengan jejaring politik tertentu melalui kepemilikan mobil dan kehadiran dalam dialog nasional.
  • BEM Bersatu menuntut sterilisasi gerakan mahasiswa dari intervensi politik serta mendukung pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola program pemerintah.

Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga ada indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam peristiwa ditemukannya alat pelacak di mobil mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyebut Tiyo diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Dia menjelaskan, mobil Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Rahmat menyebut Setyo merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

“Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi,” kata Rahmat dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung (18 Juni 2026) bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati,” tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, Rahmat menegaskan bahwa dalam sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini, perhatian masyarakat justru tertuju pada isu yang tidak menjadi urgensi utama.

“Kami menolak narasi krisis yang tidak berbasis data utuh karena berpotensi mengalihkan fokus publik dari agenda penting, termasuk pemberantasan korupsi berskala besar yang sedang berjalan,” ujar Rahmat.

BEM Bersatu juga menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar, sebagaimana telah diklarifikasi oleh sejumlah BEM dari berbagai kampus.

Untuk itu, BEM Bersatu menuntut sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

Baca Juga: Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri

Lebih lanjut, BEM Bersatu juga mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar program tersebut tepat sasaran dan akuntabel. Selain itu, BEM Bersatu mendukung pengusutan tuntas terhadap koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Load More