News / Internasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:36 WIB
Selat Hormuz (FOX)
Baca 10 detik
  • Intelijen AS mengungkap Iran kini mampu menutup Selat Hormuz kapan saja untuk menekan ekonomi global.

  • Teheran menyiapkan opsi penutupan Selat Bab-el-Mandeb melalui milisi Houthi jika negosiasi gagal.

  • Penguasaan jalur laut strategis ini menjadi blunder besar akibat salah kalkulasi militer Amerika Serikat.

Hingga saat ini, kelompok milisi Houthi dilaporkan masih menahan diri dari serangan berskala besar. Mereka membatasi target operasi hanya pada kapal-kapal yang memiliki afiliasi langsung dengan pihak Israel.

Penilaian intelijen terbaru ini sekaligus mengkritik kebijakan militer pemerintahan Donald Trump terdahulu. Keputusan meluncurkan operasi tempur dinilai mengabaikan potensi nekat Iran dalam menutup jalur perdagangan global.

Salah satu sumber militer mengakui adanya kesalahan fatal dalam kalkulasi strategi perang tersebut.

“Kehilangan kendali atas selat ini akan menjadi blunder terbesar di era ini karena itu adalah kartu yang tidak dapat dilawan oleh AS tanpa melakukan upaya habis-habisan. Sekarang tidak ada cara untuk membatalkan situasi selat itu tanpa mengumpulkan kekuatan yang sangat besar,” tegasnya.

Sebelum konflik pecah, Washington mengira tekanan ekonomi akan membuat Iran berpikir 2 kali untuk bertindak ekstrem. Gedung Putih juga sempat meyakini pengaruh diplomatik China mampu meredam ambisi militer Teheran.

Namun, Iran justru merespons ancaman terhadap eksistensi rezim mereka dengan strategi eskalasi yang terukur.

“Iran sengaja melakukan eskalasi secara terencana,” ungkap sumber intelijen yang mengamati pergerakan militer tersebut.

Kini, Presiden Donald Trump menyatakan Selat Hormuz sudah mulai dibuka secara bertahap menjelang penandatanganan kesepakatan resmi. Meski demikian, kepastian keamanan jangka panjang di jalur perdagangan energi dunia ini masih menyisakan tanda tanya besar.

Baca Juga: Dipaksa Angkat Kaki dari AS, Pelatih Iran: Kami Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Load More