-
Intelijen AS mengungkap Iran kini mampu menutup Selat Hormuz kapan saja untuk menekan ekonomi global.
-
Teheran menyiapkan opsi penutupan Selat Bab-el-Mandeb melalui milisi Houthi jika negosiasi gagal.
-
Penguasaan jalur laut strategis ini menjadi blunder besar akibat salah kalkulasi militer Amerika Serikat.
Suara.com - Intelijen Amerika Serikat melaporkan bahwa Iran kini memiliki kemampuan penuh untuk menutup Selat Hormuz kapan saja. Langkah ini menjadi senjata baru Teheran yang siap mengguncang stabilitas ekonomi global.
Kemampuan mengontrol jalur laut strategis ini didapat Iran setelah pecahnya konflik bersenjata baru-baru ini. Penguasaan tersebut mengubah total peta diplomasi dan posisi tawar Teheran di panggung internasional.
Meskipun kesepakatan pembukaan selat akan ditandatangani hari Jumat, intelijen menilai ancaman penutupan sepihak tetap mengintai. AS kini harus menghadapi kenyataan bahwa kendali ekonomi jalur tersebut telah bergeser.
Salah seorang sumber intelijen mengonfirmasi betapa krusialnya situasi wilayah perairan tersebut saat ini.
“Kita sekarang telah menyerahkan kendali de facto atas selat tersebut kepada Iran – senjata yang lebih kuat daripada bom nuklir apa pun,” ujarnya, dikutip dari CNN, Rabu (17/6/2026).
Iran juga menyadari kekuatan serangan asimetris mereka terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk. Pengalaman dari perang kemarin membuat Teheran semakin percaya diri menggunakan taktik serupa di masa depan.
Pemerintah AS terpaksa melakukan negosiasi intensif agar Iran bersedia membuka kembali jalur pelayaran vital itu. Washington mencoba bertahan dengan skema pelonggaran sanksi yang bergantung pada kepatuhan pihak Iran.
Seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa pencairan sanksi hanya akan diberikan jika jalur laut tetap aman.
“Jika Iran menunjukkan kinerja, pemulihan akan menyusul dan pengaruh Amerika akan bertahan sepanjang jalan,” tuturnya.
Baca Juga: Dipaksa Angkat Kaki dari AS, Pelatih Iran: Kami Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026
Namun, tindakan agresif Iran di masa lalu juga memicu kemarahan mitra dagang besar seperti China.
“Iran membayar harga ketika mereka melakukan ini,” kata sumber lain yang memahami draf kesepakatan tersebut.
Ketidakpastian ini membuat para pelaku industri pelayaran global tetap menahan diri untuk melintasi kawasan. Pasokan persenjataan Iran, termasuk drone dan perahu cepat, dinilai masih sangat mengancam kapal komersial.
Teheran bahkan dilaporkan berhasil membangun kembali basis industri militernya jauh lebih cepat dari prediksi barat. Mereka terus memproduksi drone baru yang siap mengadang aktivitas kapal di Selat Hormuz.
Skenario terburuk kini membayangi jika meja perundingan nuklir dengan Amerika Serikat berujung pada kegagalan. Iran disebut menyiapkan opsi 'nuklir ekonomi' dengan memanfaatkan jaringan milisi Houthi di Yaman.
Kelompok Houthi diproyeksikan untuk memblokade Selat Bab-el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia. Kombinasi penutupan 2 selat utama ini dipastikan bakal melumpuhkan total perdagangan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria