News / Nasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 17:08 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026), menyebabkan satu orang meninggal dan puluhan warga terluka.
  • Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan korban serta mendata kerusakan bangunan dan fasilitas umum.
  • Kabupaten Sigi terdampak paling signifikan, sehingga pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat bencana selama empat belas hari.

Suara.com - Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Hingga kini, bencana tersebut telah menewaskan satu orang, melukai puluhan warga, serta merusak puluhan rumah dan fasilitas umum.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah pusat telah bergerak berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan korban dan dampak gempa berjalan optimal.

"Kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap adanya kejadian gempa di Palu kemarin yang ada satu korban meninggal dunia dan beberapa yang sedang dirawat," kata Pras di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

Pras memastikan pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan dan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

"Pagi tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi.

"Dan termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan," sambung Pras.

Warga melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sualwesi Tengah, Selasa (16/6/2026). [ANTARA FOTO/Basri Marzuki/Lmo/YU]

Satu Korban Jiwa

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

Baca Juga: Istana Ungkap Strategi Kembalikan Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Nasional

Hingga Selasa malam, BNPB mencatat sedikitnya 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak. Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya luka berat.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Di daerah tersebut tercatat satu korban meninggal dunia, 22 warga luka ringan, 13 luka berat, serta 89 kepala keluarga atau 272 jiwa terdampak.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan. BNPB mencatat sedikitnya 67 rumah terdampak, dengan rincian 26 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat.

Kerusakan juga terjadi pada enam rumah ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso yang mengalami amblas.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan dan kaji cepat di wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari, sementara pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki.

Load More