- Kepala BNN Suyudi Ario Seto berencana mengalihkan petani ganja di Aceh menjadi petani kopi melalui program pemberdayaan masyarakat.
- BNN mengusulkan anggaran tambahan Rp112,77 miliar untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui mekanisme Grand Design Alternative Development tahun 2027.
- Lembaga pendidikan dan sektor industri perkebunan akan diperketat pengawasannya untuk menekan penyalahgunaan narkotika pada kelompok usia produktif secara nasional.
Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya menekan peredaran gelap narkotika di Indonesia melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah melatih masyarakat di Aceh yang sebelumnya menanam ganja agar beralih menjadi petani kopi yang produktif.
Rencana strategis ini disampaikan Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Suyudi menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan sumber penghasilan alternatif yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang.
"Seperti di Aceh misalnya, yang kita latihkan masyarakat di sana yang tadinya menanam atau bercocok tanam dengan ganja, kita latihkan menjadi petani kopi yang lebih produktif dan berpenghasilan," ujar Suyudi.
Program ini merupakan bagian dari usulan tambahan anggaran bidang pemberdayaan masyarakat tahun 2027 sebesar Rp112,77 miliar.
Suyudi menegaskan bahwa penguatan di sektor ini sangat krusial untuk membangun kemandirian dan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh narkotika.
"Fokus pada bidang pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk membentuk daya tangkal untuk ketahanan masyarakat yang tangguh terhadap ancaman bahaya narkotika," jelas Suyudi.
Lebih lanjut, pemberdayaan tersebut akan diimplementasikan melalui mekanisme Grand Design Alternative Development (GDAD).
Baca Juga: Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
Melalui GDAD, masyarakat akan dibekali keterampilan hidup (life skills) agar mampu mengelola komoditas yang memiliki nilai jual tinggi secara legal.
"Kemudian pelaksanaan Grand Design Alternative Development atau GDAD di kawasan rawan tanaman terlarang melalui pelatihan keterampilan hidup atau life skills. Masyarakat diberdayakan untuk membudidayakan komoditas alternatif yang berkelanjutan dan memiliki nilai tambah ekonomi," paparnya.
Selain berfokus pada pengalihan lahan ganja, BNN juga memberikan perhatian serius terhadap lingkungan pendidikan.
Hal ini menyusul data prevalensi tahun 2025 yang menunjukkan lonjakan angka penyalahgunaan narkotika pada kelompok usia produktif.
"Upaya strategis ini dilaksanakan melalui beberapa langkah berikut, yaitu pelibatan aktif lembaga pendidikan dalam menghidupkan alarm kewaspadaan di lingkungan sekolah guna menekan risiko penyalahgunaan narkotika pada generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan sekolah menjadi sangat penting.
Berita Terkait
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Kayu Eks Banjir Aceh Bisa Dimanfaatkan, Safrizal: 70 Persen Sudah Diolah
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BRI Insurance Perkuat Proteksi Pelaku Usaha Melalui Produk Property All Risks
-
5 Tipe Pengendara SUV, Anda yang Mana? Ini Opsi 6 Mobil Bekas Murah dan Bandel
-
Kronologi Power Bank Berasap dan Mengeluarkan Percikan Api di Penerbangan Batik Air
-
Foundation Merek Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 7 Pilihannya yang Minim Luntur
-
Bukan Konten Joget, 4 Bocah Ini Pilih Bersihkan Selokan hingga Dijuluki Pandawara Cilik
-
The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai