- Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan BNN untuk mempercepat penanganan konten narkotika di ruang digital.
- Sindikat narkoba kini menggunakan perangkat vape dan platform komunikasi tertutup untuk mendistribusikan barang terlarang secara terselubung.
- Pemerintah berupaya meningkatkan literasi masyarakat agar orang tua lebih memahami berbagai modus baru peredaran narkoba digital.
Suara.com - Perkembangan teknologi digital tidak hanya membuka peluang baru bagi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan aktivitas ilegal.
Salah satu yang kini menjadi perhatian serius pemerintah adalah peredaran narkotika yang semakin banyak memanfaatkan platform digital, aplikasi komunikasi tertutup, hingga perangkat vape sebagai sarana distribusi dan penyamaran barang terlarang.
Melihat tren tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna mempercepat penanganan konten, terkait narkotika di ruang digital sekaligus meningkatkan edukasi publik mengenai berbagai jenis narkoba baru yang semakin sulit dikenali masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai perkembangan bentuk dan modus peredaran narkotika saat ini menjadi tantangan baru yang harus dihadapi bersama, terutama karena banyak orang tua belum memahami jenis-jenis narkoba generasi baru yang beredar di masyarakat.
"Orang tua mungkin banyak yang tidak tahu bahwa banyak narkoba jenis baru sehingga mereka perlu mendapatkan informasi yang cukup," ujar Meutya dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Narkoba Bertransformasi, Sulit Dikenali di Era Digital
Menurut Meutya, tantangan terbesar saat ini adalah semakin beragamnya bentuk narkotika yang beredar. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang relatif mudah dikenali, kini narkoba hadir dalam berbagai bentuk dan kemasan yang kerap menyerupai produk sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat pengawasan konten digital menjadi lebih kompleks karena diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik dan jenis narkotika terbaru.
"Kalau misalnya di sektor-sektor lain mungkin kami lebih mudah melihat mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Tetapi di narkoba, dengan kompleksitas yang sekarang, bentuknya beragam dan berbeda-beda. Tim kami perlu dibantu untuk mengenali barang-barang yang dianggap bagian dari narkoba atau narkotika," kata Meutya.
Baca Juga: XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik 2,4 Juta Perempuan Indonesia Melek Digital pada 2026
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Kemkomdigi dan BNN menjadi penting agar identifikasi serta penanganan konten yang berkaitan dengan peredaran narkotika dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Vape dan Kanal Komunikasi Tertutup Jadi Modus Baru
Dalam pertemuan tersebut, BNN mengungkap sejumlah tren baru yang mulai marak digunakan jaringan peredaran narkotika.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan narkotika cair yang disamarkan melalui perangkat vape.
Selain itu, transaksi narkotika juga dilaporkan semakin banyak memanfaatkan platform digital serta kanal komunikasi tertutup yang sulit dipantau secara terbuka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi digital turut dimanfaatkan oleh sindikat narkoba untuk mengembangkan metode distribusi yang lebih tersembunyi dan sulit dilacak.
Berita Terkait
-
Viral Diprotes Gamers, Komdigi Akhirnya Akui IGRS Aneh
-
Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta
-
Komdigi Panggil Google-Meta Buntut Tak Patuh PP Tunas, Cecar 29 Pertanyaan
-
Sempat Bikin Emosi, Pelaku Industri Minta Tetap Kawal dan Kritisi Kebijakan IGRS Komdigi
-
Terpopuler: 6 HP 5G Terbaru Paling Murah, Meta dan Google Dipanggil Komdigi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian