Tekno / Internet
Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:08 WIB
Kolaborasi Kemenkomdigi dan BNN dalam mempercepat penanganan konten, terkait narkotika di ruang digital sekaligus meningkatkan edukasi publik mengenai berbagai jenis narkoba baru. [Kemenkomdigi]
Baca 10 detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan BNN untuk mempercepat penanganan konten narkotika di ruang digital.
  • Sindikat narkoba kini menggunakan perangkat vape dan platform komunikasi tertutup untuk mendistribusikan barang terlarang secara terselubung.
  • Pemerintah berupaya meningkatkan literasi masyarakat agar orang tua lebih memahami berbagai modus baru peredaran narkoba digital.

Suara.com - Perkembangan teknologi digital tidak hanya membuka peluang baru bagi masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan aktivitas ilegal.

Salah satu yang kini menjadi perhatian serius pemerintah adalah peredaran narkotika yang semakin banyak memanfaatkan platform digital, aplikasi komunikasi tertutup, hingga perangkat vape sebagai sarana distribusi dan penyamaran barang terlarang.

Melihat tren tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna mempercepat penanganan konten, terkait narkotika di ruang digital sekaligus meningkatkan edukasi publik mengenai berbagai jenis narkoba baru yang semakin sulit dikenali masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai perkembangan bentuk dan modus peredaran narkotika saat ini menjadi tantangan baru yang harus dihadapi bersama, terutama karena banyak orang tua belum memahami jenis-jenis narkoba generasi baru yang beredar di masyarakat.

"Orang tua mungkin banyak yang tidak tahu bahwa banyak narkoba jenis baru sehingga mereka perlu mendapatkan informasi yang cukup," ujar Meutya dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).

Narkoba Bertransformasi, Sulit Dikenali di Era Digital

Menurut Meutya, tantangan terbesar saat ini adalah semakin beragamnya bentuk narkotika yang beredar. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang relatif mudah dikenali, kini narkoba hadir dalam berbagai bentuk dan kemasan yang kerap menyerupai produk sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat pengawasan konten digital menjadi lebih kompleks karena diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik dan jenis narkotika terbaru.

"Kalau misalnya di sektor-sektor lain mungkin kami lebih mudah melihat mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Tetapi di narkoba, dengan kompleksitas yang sekarang, bentuknya beragam dan berbeda-beda. Tim kami perlu dibantu untuk mengenali barang-barang yang dianggap bagian dari narkoba atau narkotika," kata Meutya.

Baca Juga: XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik 2,4 Juta Perempuan Indonesia Melek Digital pada 2026

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Kemkomdigi dan BNN menjadi penting agar identifikasi serta penanganan konten yang berkaitan dengan peredaran narkotika dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Vape dan Kanal Komunikasi Tertutup Jadi Modus Baru

Dalam pertemuan tersebut, BNN mengungkap sejumlah tren baru yang mulai marak digunakan jaringan peredaran narkotika.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan narkotika cair yang disamarkan melalui perangkat vape.

Selain itu, transaksi narkotika juga dilaporkan semakin banyak memanfaatkan platform digital serta kanal komunikasi tertutup yang sulit dipantau secara terbuka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi digital turut dimanfaatkan oleh sindikat narkoba untuk mengembangkan metode distribusi yang lebih tersembunyi dan sulit dilacak.

Load More