- Kemhan RI menyiapkan 35.476 calon pengelola koperasi desa dan nelayan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan.
- Peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 45 hari di 67 satuan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia.
- Program ini bertujuan membentuk pengelola koperasi yang berdisiplin tinggi, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu meningkatkan pelayanan ekonomi masyarakat.
Suara.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat tata kelola ekonomi di tingkat desa dan pesisir.
Sebanyak 35.476 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan segera menjalani Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad).
Program ambisius ini bertujuan untuk melahirkan pengelola koperasi yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki mentalitas baja.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa materi yang diberikan selama pelatihan sangat komprehensif, mencakup penguatan karakter dan profesionalisme.
"Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut Rico, bekal militer ini menjadi fondasi krusial bagi para pengelola dalam menjalankan roda organisasi di KDMP maupun KNMP.
Kedisiplinan dan wawasan kebangsaan dinilai menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat desa dan nelayan dapat berjalan maksimal.
"Materi tersebut penting untuk memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan para peserta dalam menjalankan tugas di KDMP maupun KNMP," tambahnya.
Tak hanya soal baris-berbaris atau fisik, para peserta juga akan mendapatkan pembekalan khusus terkait manajemen profesional yang disusun bersama kementerian teknis terkait.
Baca Juga: Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
Rincian Pelatihan: 45 Hari di 67 Satuan TNI
Secara total, terdapat 35.476 peserta yang terlibat dalam program ini.
Rinciannya terdiri dari 30.000 calon pengelola KDMP dan 5.476 calon pengelola KNMP. Mereka akan disebar ke 67 satuan TNI di seluruh pelosok Indonesia untuk menjalani pelatihan intensif selama 45 hari.
Rico merinci bahwa pelatihan akan dibagi ke dalam dua tahap utama.
"Pelatihan kedisiplinan dilaksanakan selama 30 hari dan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari," ujarnya.
Seluruh rangkaian pelatihan ini bersifat wajib dan menjadi salah satu persyaratan mutlak sebelum para peserta resmi bertugas di lapangan.
Melalui skema ini, pemerintah berharap para pengelola koperasi Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh. Rico menegaskan bahwa output dari pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas SDM yang mampu bekerja secara optimal.
"Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan disiplin, semangat pengabdian, serta kapasitas para pengelola sehingga mampu menjalankan tugas secara optimal dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat," tutup Rico. (Antara)
Berita Terkait
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?
-
Diadang Polisi, Mahasiswa Uhamka Tuntut Evaluasi MBG dan Kenaikan BBM
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan