News / Nasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 07:41 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. (Biro Humas dan Ifohan Sekretariat Jenderal Kemhan RI)
Baca 10 detik
  • Kemhan RI menyiapkan 35.476 calon pengelola koperasi desa dan nelayan untuk mengikuti Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan.
  • Peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 45 hari di 67 satuan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia.
  • Program ini bertujuan membentuk pengelola koperasi yang berdisiplin tinggi, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu meningkatkan pelayanan ekonomi masyarakat.

Suara.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat tata kelola ekonomi di tingkat desa dan pesisir.

Sebanyak 35.476 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan segera menjalani Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad).

Program ambisius ini bertujuan untuk melahirkan pengelola koperasi yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki mentalitas baja.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa materi yang diberikan selama pelatihan sangat komprehensif, mencakup penguatan karakter dan profesionalisme.

"Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut Rico, bekal militer ini menjadi fondasi krusial bagi para pengelola dalam menjalankan roda organisasi di KDMP maupun KNMP.

Kedisiplinan dan wawasan kebangsaan dinilai menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat desa dan nelayan dapat berjalan maksimal.

"Materi tersebut penting untuk memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan para peserta dalam menjalankan tugas di KDMP maupun KNMP," tambahnya.

Tak hanya soal baris-berbaris atau fisik, para peserta juga akan mendapatkan pembekalan khusus terkait manajemen profesional yang disusun bersama kementerian teknis terkait.

Baca Juga: Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Rincian Pelatihan: 45 Hari di 67 Satuan TNI

Secara total, terdapat 35.476 peserta yang terlibat dalam program ini.

Rinciannya terdiri dari 30.000 calon pengelola KDMP dan 5.476 calon pengelola KNMP. Mereka akan disebar ke 67 satuan TNI di seluruh pelosok Indonesia untuk menjalani pelatihan intensif selama 45 hari.

Rico merinci bahwa pelatihan akan dibagi ke dalam dua tahap utama.

"Pelatihan kedisiplinan dilaksanakan selama 30 hari dan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari," ujarnya.
Seluruh rangkaian pelatihan ini bersifat wajib dan menjadi salah satu persyaratan mutlak sebelum para peserta resmi bertugas di lapangan.

Melalui skema ini, pemerintah berharap para pengelola koperasi Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh. Rico menegaskan bahwa output dari pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas SDM yang mampu bekerja secara optimal.

"Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan disiplin, semangat pengabdian, serta kapasitas para pengelola sehingga mampu menjalankan tugas secara optimal dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat," tutup Rico. (Antara)

Load More