News / Internasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 12:21 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat menghadiri KTT G20 di Roma, Italia, 30 Oktober 2021. (ANTARA/Reuters/Guglielmo Mangiapane/as)
Baca 10 detik
  • China menyambut hangat kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran demi stabilitas global.

  • Menlu Wang Yi menegaskan semua pihak harus menjaga komitmen dan kelancaran Selat Hormuz.

  • Pemulihan jalur pelayaran ini mengamankan pasokan energi penting bagi pertumbuhan ekonomi China.

Suara.com - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai mencair langsung memicu respons positif dari pemerintah China. Beijing menilai momentum ini sebagai titik balik krusial bagi terciptanya stabilitas geopolitik di Timur Tengah.

Langkah maju kedua negara tersebut dianggap mampu mengurai sumbatan jalur logistik fatal di kawasan Teluk. Langkah ini juga diproyeksikan bakal mengamankan kepentingan ekonomi negara-negara importir minyak mentah terbesar.

"Fajar perdamaian telah tiba," ujar Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam saluran telepon bersama sejawatnya dari Iran, Abbas Araghchi, seperti dikutip dari media pemerintah China, Kamis (18/6/2026).

Selat Hormuz (FOX)

Beijing menekankan bahwa piagam kesepakatan tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindakan nyata. Semua pihak yang terlibat dituntut untuk tidak melanggar janji yang telah disepakati sebelumnya.

"Kunci langkah berikutnya adalah bagi semua pihak untuk benar-benar menerapkan komitmen mereka dan menghilangkan berbagai gangguan," tegas Wang Yi melalui kantor berita Xinhua.

Kelancaran arus pelayaran di Selat Hormuz kini menjadi fokus utama yang disoroti oleh komunitas internasional. Jalur laut sempit tersebut memegang peranan sangat vital bagi roda perekonomian global saat ini.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)

"Masalah navigasi di Selat Hormuz harus ditangani dengan benar dan kekhawatiran bersama dari komunitas internasional harus direspon dengan selayaknya," tambah Wang Yi.

Rekonsiliasi antara Washington dan Teheran secara langsung memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi China. Kesepakatan ini berhasil mempertahankan eksistensi rezim di Teheran yang selama ini dikenal sangat ramah terhadap kepentingan Beijing.

Selain itu, terbukanya kembali akses penuh di Selat Hormuz otomatis meredakan tekanan berat pada sektor energi dalam negeri China. Selama ini negeri tirai bambu tersebut menggantungkan pasokan bahan bakarnya lewat koridor air laut yang rawan konflik itu.

Baca Juga: Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Sebagai catatan, wilayah Timur Tengah kerap menjadi arena gesekan geopolitik yang mengancam jalur distribusi minyak dunia. Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi logistik tempat melintasnya jutaan barel bahan bakar setiap harinya.

Load More