-
China menyambut hangat kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran demi stabilitas global.
-
Menlu Wang Yi menegaskan semua pihak harus menjaga komitmen dan kelancaran Selat Hormuz.
-
Pemulihan jalur pelayaran ini mengamankan pasokan energi penting bagi pertumbuhan ekonomi China.
Suara.com - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai mencair langsung memicu respons positif dari pemerintah China. Beijing menilai momentum ini sebagai titik balik krusial bagi terciptanya stabilitas geopolitik di Timur Tengah.
Langkah maju kedua negara tersebut dianggap mampu mengurai sumbatan jalur logistik fatal di kawasan Teluk. Langkah ini juga diproyeksikan bakal mengamankan kepentingan ekonomi negara-negara importir minyak mentah terbesar.
"Fajar perdamaian telah tiba," ujar Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam saluran telepon bersama sejawatnya dari Iran, Abbas Araghchi, seperti dikutip dari media pemerintah China, Kamis (18/6/2026).
Beijing menekankan bahwa piagam kesepakatan tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindakan nyata. Semua pihak yang terlibat dituntut untuk tidak melanggar janji yang telah disepakati sebelumnya.
"Kunci langkah berikutnya adalah bagi semua pihak untuk benar-benar menerapkan komitmen mereka dan menghilangkan berbagai gangguan," tegas Wang Yi melalui kantor berita Xinhua.
Kelancaran arus pelayaran di Selat Hormuz kini menjadi fokus utama yang disoroti oleh komunitas internasional. Jalur laut sempit tersebut memegang peranan sangat vital bagi roda perekonomian global saat ini.
"Masalah navigasi di Selat Hormuz harus ditangani dengan benar dan kekhawatiran bersama dari komunitas internasional harus direspon dengan selayaknya," tambah Wang Yi.
Rekonsiliasi antara Washington dan Teheran secara langsung memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi China. Kesepakatan ini berhasil mempertahankan eksistensi rezim di Teheran yang selama ini dikenal sangat ramah terhadap kepentingan Beijing.
Selain itu, terbukanya kembali akses penuh di Selat Hormuz otomatis meredakan tekanan berat pada sektor energi dalam negeri China. Selama ini negeri tirai bambu tersebut menggantungkan pasokan bahan bakarnya lewat koridor air laut yang rawan konflik itu.
Baca Juga: Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?
Sebagai catatan, wilayah Timur Tengah kerap menjadi arena gesekan geopolitik yang mengancam jalur distribusi minyak dunia. Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi logistik tempat melintasnya jutaan barel bahan bakar setiap harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kurir Sabu Berkedok Kondektur Bus Ditangkap, Barang Bukti Disembunyikan di Botol Permen
-
Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Minky Momo Rilis OVA Baru, Soroti Kekuatan Mimpi dan Harapan di Era Digital
-
Kronologi Kakek 70 Tahun Tewas Saat Kencan di Hotel Parangtritis
-
Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
-
Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng
-
Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness