Bisnis / Makro
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:19 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu dengan pihak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Kantor AIIB, Beijing, China. [Dok. Humas Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan komitmen pendanaan 17 miliar Dolar AS dari AIIB di Beijing untuk proyek nasional.
  • Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai agenda pembangunan strategis Indonesia selama periode tahun 2025 hingga 2029 mendatang.
  • AIIB berencana membuka kantor perwakilan di Jakarta untuk mempererat kemitraan dan meningkatkan efektivitas koordinasi proyek pembangunan di Indonesia.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sukses mengamankan komitmen pendanaan senilai 17 miliar Dolar AS (sekitar Rp 302,8 triliun) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Utang itu nantinya dipakai untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025–2029. 

Komitmen tersebut menjadi salah satu capaian dalam pertemuan bilateral antara Purbaya dengan jajaran pimpinan AIIB di Beijing, China

Menkeu Purbaya menyebut, dukungan pendanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional dan mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.

“Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar Dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” katanya usai pertemuan di Kantor AIIB, dikutip dari siaran pers, Kamis (18/6/2026).

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu dengan pihak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Kantor AIIB, Beijing, China. [Dok. Humas Kemenkeu]

Bendahara Negara menjelaskan bahwa pendanaan tersebut merupakan bagian dari Multi-Year Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB. 

Meskipun sebagian program telah dirancang sebelumnya, Pemerintah RI berhasil memastikan keberlanjutan komitmen pendanaan dari lembaga multilateral tersebut guna mendukung agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Selain dukungan pembiayaan, Purbaya juga memperoleh sinyal positif terkait rencana ekspansi AIIB di Tanah Air. 

Ia menyebut mereka menyampaikan minat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta guna memperkuat kerja sama dan meningkatkan efektivitas koordinasi pelaksanaan proyek-proyek yang didukung oleh AIIB, sehingga semakin mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan AIIB.

Baca Juga: DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

“AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,” kata Purbaya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu menegaskan bahwa AIIB tetap memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Ia mengklaim pihak AIIB tidak khawatir soal pengelolaan fiskal nasional maupun prospek perekonomian Indonesia ke depan.

“Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” klaim Purbaya.

Diketahui pertemuan dengan AIIB merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Purbaya di Beijing yang juga mencakup pertemuan dengan investor global dan otoritas keuangan China.

Load More