Suara.com - Sebanyak 720 ASN Pemda Provinsi Jawa Barat (Jabar) penerimaan tahun 2024 diangkat dan diambil sumpah/janji di tengah lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026).
Pengangkatan ratusan ASN itu berdasarkan Keputusan Gubernur yang ditetapkan di Bandung pada tanggal 13 April 2026 dengan Nomor KEP.259-KPG.02-PPIK-2026 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Menjadi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan pengangkatan dan pengambilan janji ASN dilaksanakan di lapangan sepak bola di pedesaan yang terpencil untuk menegaskan kembali fungsi dan peran ASN sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya di kota namun juga hingga desa terpencil.
"Kenapa saya ngajak di sini? Pertama pemahaman tentang Jabar jangan hanya seputar Gedung Sate karena Jabar itu luas. Yang kedua agar mengerti tentang potensi dan tata letak wilayah Jabar," ucapnya.
KDM mengatakan, wilayah yang menjadi tempat pengambilan sumpah dahulu dekat dengan Pakuan Pajajaran sebagai ibu kota Kerajaan Sunda. Daerah ini memiliki alam yang sangat indah dan dikelilingi oleh pegunungan.
"Pemerintah akan berupaya membangun jalan yang bagus untuk menghubungkan kawasan ini, Bogor terhubung dengan Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat hingga Cianjur. Jika jalannya sudah dibangun dengan baik, dengan landscape alamnya sangat luar biasa untuk wisata, maka perekonomian masyarakat akan membaik," ujarnya.
Agar masyarakat dapat menikmati ekonomi dari pariwasata, menurut KDM, lahan yang dimiliki jangan dijual kepada orang luar Jabar. Selain itu, agar hutan dan alamnya tetap terjaga, tidak terkikis oleh munculnya perumahan mewah yang biasanya dimiliki orang kota.
KDM mengharapkan munculnya kesadaran kolektif ASN dalam membangun Jabar. Jangan ada lagi bangunan sekolah dan puskesmas jelek di pedesaan. ASN tidak boleh hanya mengurusi hal administratif, namun harus diperbanyak turun ke lapangan melihat masyarakat secara langsung. Pajak yang dipungut dari rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan jalan dan sarana pendidikan serta kesehatan.
"Nah ini yang harus menjadi kesadaran kolektif. Maka kita memasuki birokrat era baru yaitu birokrat bekerja cepat," tegas KDM.
Baca Juga: Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
Salah satu bentuk kesadaran kolektif itu dilakukan oleh para ASN yang dilantik hari ini. Usai pelantikan, mereka menggelar bakti sosial dengan membantu warga kurang mampu di Desa Sukawangi.
Dari 720 ASN yang diangkat dan dilantik dibentuk sebanyak 39 kelompok (dimana setiap kelompok berisi 20 orang ASN) yang menjadi wali asuh warga kurang mampu.
Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu mengumpulkan sumbangan secara sukarela. Kemudian uang yang dikumpulkan digunakan untuk merenovasi rumah tidak layak huni. Langkah ini diapresiasi oleh KDM.
Salah seorang ASN dari Inspektorat Jabar Raisan dan ASN dari Disnakertrans Jabar wilayah UPTD Kota Cirebon Ivan menyatakan sepakat dengan apa yang disampaikan oleh gubernur. Menjadi kenangan tersendiri ketika dilantik di lapangan terbuka di desa yang jauh dari pusat kota. Mereka juga antusias mengikuti kegiatan sosial usai pelantikan.
Sementara itu, pasangan Obar dan Ela, warga desa setempat, tak henti-henti menyatakan syukur atas bantuan sosial berupa uang renovasi rumah mereka sebesar Rp20 juta. Uang akan digunakan untuk merenovasi rumah panggung mereka serta membangun kamar mandi.
Mereka semakin terharu saat KDM pun ikut menambah bantuan uang Rp15 juta untuk dibelikan sapi.
"Alhamdulillah berkah untuk ASN yang dilantik hari ini, juga terimakasih rejeki tak terduga dari Pak Gubernur KDM. Uangnya untuk membangun kamar mandi dan beli sapi," ujar Bu Ela. ***
Berita Terkait
-
Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
-
Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?
-
Hadiri Pujabakti Waisak Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
-
Minat Hunian Pertama Tinggi, Penyaluran FLPP Capai 77 Ribu Unit
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027
-
Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat
-
Fantastis! Libur Sekolah Bikin Negara Hemat Rp3,4 Triliun dari Program Makan Bergizi Gratis
-
Lawan Putusan Pengadilan Militer! 4 Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi
-
Dengar Curhatan Korban, DPR Minta Polisi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka
-
Bandingkan Prabowo dengan Hewan, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diadukan ke Bareskrim