News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) berdialog dengan warga saat meninjau pelaksanaan kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Wolomoni, Desa Niowula, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (18/6/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Baca 10 detik
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memprioritaskan revitalisasi fasilitas pendidikan di wilayah 3T saat berkunjung ke Kabupaten Ende pada Juni 2026.
  • Pemerintah menanggapi keluhan masyarakat mengenai minimnya sarana fisik sekolah, seperti pagar, akses internet, air bersih, serta perangkat teknologi.
  • Program revitalisasi ini menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional untuk meningkatkan kualitas sarana belajar mengajar di daerah terpencil.

Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pemerintah akan memprioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Komitmen tersebut disampaikan saat meninjau SD Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

"Pokoknya yang di area 3T ini kita prioritaskan," kata Gibran, dikutip dari siaran resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah Gibran mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi fasilitas pendidikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ende pada Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, seorang wali murid menyampaikan keluhan terkait minimnya sarana pendukung di sekolah, salah satunya kondisi pagar yang masih menggunakan kayu dan bambu sehingga dinilai kurang memadai untuk keamanan lingkungan belajar.

"Kami minta bantuan pagar sekolah karena kami di sini masih pakai kayu damar, bambu, pagar sekolah," ujar wali murid itu kepada Gibran.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran memastikan kebutuhan SD Wolomoni akan masuk dalam program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga memastikan usulan pembangunan fasilitas sekolah di wilayah tersebut akan menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah.

Sebelumnya, Gibran turut mengunjungi SMP Negeri 1 Ndona yang masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur. Sekolah tersebut dilaporkan mengalami kendala akses jaringan seluler dan internet, ketersediaan air bersih, pagar sekolah, hingga fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Kepala SMP Negeri 1 Ndona, Sofia Ere, mengatakan program revitalisasi sekolah sangat dinantikan untuk menjawab berbagai kebutuhan dasar yang selama ini dihadapi sekolah di kawasan 3T.

Baca Juga: Usai Terima Massa Aksi, Gibran Ajak Mahasiswa Kunker Pantau MBG dan Kopdes Merah Putih

Ia berharap pemerintah dapat membantu penyediaan jaringan internet, pembangunan sumur bor untuk air bersih, pagar sekolah, serta fasilitas TIK agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Harapan serupa juga disampaikan Kepala SD Wolomoni, Yohanes. Menurutnya, sekolah siap mendukung program digitalisasi pembelajaran, namun keterbatasan jaringan seluler dan internet masih menjadi hambatan utama bagi guru maupun siswa.

Selain akses internet dan fasilitas TIK, Yohanes berharap program revitalisasi juga mencakup pembangunan rumah dinas guru sehingga tenaga pendidik dapat bertugas dengan lebih optimal di daerah tersebut.

Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Ende, Gibran didampingi Bupati Ende Yosef Badeoda dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma.

Load More