News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB
Perwakilan DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Massa DPN Tani Merdeka Indonesia berunjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026) untuk mendukung program pemerintahan Prabowo.
  • Program Makan Bergizi Gratis dinilai berhasil meningkatkan serapan produk pangan lokal serta memperbaiki tata niaga pertanian bagi masyarakat desa.
  • Peserta aksi mendesak pemerintah menindak tegas mafia pangan dan segera membentuk Badan Nasional Penyelesaian Reforma Agraria untuk mengatasi konflik lahan.

Suara.com - Giliran massa dari DPN Tani Merdeka Indonesia yang menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Mereka menyuarakan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan warga desa.

Dimulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mereka nilai sebagai salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan, khususnya dalam hal serapan hasil panen.

MBG diklaim telah menciptakan permintaan baru terhadap produk pangan lokal yang sebelumnya kerap mengendap tak terjual di tingkat petani, peternak, maupun nelayan.

"Dulu hasil panen seperti kubis sering tidak laku. Sekarang terserap. Bidang peternakan, buah-buahan, dan perkebunan juga ikut merasakan manfaatnya," tutur Perwakilan DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

Selain serapan panen, peserta aksi juga menyoroti kemudahan akses pupuk dan membaiknya tata niaga hasil pertanian sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap sektor agraria.

Meski bersifat dukungan, massa di sisi lain juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas mafia pangan, mafia pupuk, mafia tanah, dan mafia impor yang dinilai masih menghambat pelaksanaan program-program kerakyatan.

Isu reforma agraria juga mencuat dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan ribuan peserta, dengan tuntutan agar pemerintah segera membentuk Badan Nasional Penyelesaian Reforma Agraria guna menangani konflik lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Don menegaskan, kehadiran massa dari kelompok tani semata-mata untuk menyuarakan pengalaman nyata warga desa, bukan sebagai respons terhadap kelompok mana pun.

Baca Juga: Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Aksi berakhir tertib setelah seluruh pernyataan sikap disampaikan, dengan pesan penutup mengajak semua elemen bangsa menjaga stabilitas politik dan persatuan nasional demi keberlangsungan pembangunan.

"Jangan sampai perbedaan pandangan memecah persatuan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa," pungkas Don.

Load More