- Ekonom Celios, Media Wahyudi Askar, mengkritik anggaran program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp268 triliun yang dianggap tidak rasional.
- Pemerintah diduga melakukan inefisiensi anggaran dengan selisih mencapai Rp201 triliun dibandingkan kebutuhan sasaran kelompok prioritas yang sebenarnya.
- Penyebaran dapur program tidak merata karena masih terpusat di Pulau Jawa meski prevalensi stunting tertinggi berada di Papua.
Suara.com - Program makan bergizi gratis (MBG) dikritik hanya menjadi kegiatan bagi-bagi keuntungan bagi kelompok tertentu yang dekat dengan pemerintah.
Ekonom Politik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengatakan, praktik itu terlihat dari pelaksanaan program yang dinilai tidak masuk akal, terutama dalam penyusunan anggaran.
Menurut Media, anggaran MBG tidak perlu sampai ratusan triliun apabila sasarannya diberikan untuk masyarakat di wilayah terdeoan, terluar, dan tertinggal (3T) serta kelompok 3B atau busui, bumil, dan balita.
"Jika program dilanjutkan dengan sasaran wilayah 3T, keluarga miskin, balita, dan ibu hamil, anggarannya hanya sekitar Rp67 triliun untuk 26 juta penerima. Bukan Rp268 triliun, seperti yang dianggarkan sekarang," kata Media, dikutip dari postingan di akun media sosialnya, Jumat (19/6/2026).
Dari perhitungan yang ia lakukan dibandingkan dengan penggunaan anggaran oleh pemerintah untuk Badan Gizi Nasional (BGN), maka ditemukan selisih sebesar Rp201 triliun.
"201 T ini untuk siapa? Ini bancakan, memperkaya segelintir orang. Please, hentikan irasionalitas ini!" kritiknya.
Dalih bahwa MBG untuk memberantas stunting juga dinilai Media hanya gimmick semata.
Karena nyatanya sebaran pembangunan dapur MBG justru masih terpusat di Pulau Jawa, padahal angka stunting terbanyak justru ada di Provinsi Papua Pegunungan yang mencapai 40 persen.
Media mengatakan kalau di Papua Pegunungan hanya ada 13 dapur MBG. Sementara Provinsi Jawa Barat dengan angka stunting 15 persen telah dibangun sebanyak 6.347 dapur MBG.
Baca Juga: Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
"Stop gimmick menggunakan stunting sebagai alibi untuk mempertahankan MBG. Tidak. Kalian tidak mengatasi stunting. Pemerintah justru memperlebar ketimpangan," tegasnya.
Sebelumnya, pihak BGN menyatakan tengah lakukan validasi data penerima manfaat sebagai landasan utama dalam pemberian MBG yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkeadilan.
Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyatakan pihaknya mengubah fokus pelaksanaan MBG ke wilayah 3T dan kelompok 3B. Kendati begitu, jumlah penerima MBG tetap ditargetkan jumlahnya mencapai 82 juta orang.
Berita Terkait
-
Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!
-
Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang
-
Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut