-
Anggaran bantuan tunai India melonjak hingga Rp473 triliun dan memicu defisit anggaran parah.
-
Skema bantuan bulanan menguras dana belanja modal yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
-
Ketergantungan bantuan tunai menghambat penciptaan lapangan kerja jangka panjang bagi masyarakat miskin.
Investasi skala kecil ini memangkas ongkos transportasi serta membuka keran pendapatan baru bagi keluarganya sehari-hari.
Langkah inovatif ini menghadapi tantangan besar jika diterapkan dalam skala nasional karena risiko penyalahgunaan dana yang cukup tinggi.
Anggaran negara juga akan terbebani berat jika seluruh pembayaran langsung dicairkan dalam satu tahun fiskal tunggal.
Dr. Vidya Mahambare, profesor ekonomi dari Great Lakes Institute Chennai, memperingatkan bahwa fokus utama pemerintah harus tetap pada penciptaan lapangan kerja.
"Uang tunai dapat meredam konsumsi, tetapi tidak dapat menggantikan pekerjaan. Dan begitu keluarga menjadi bergantung pada transfer, sangat sulit untuk menariknya kembali," tegas Vidya Mahambare kepada BBC.
Program bantuan tunai langsung di India awalnya dirancang sebagai instrumen perlindungan sosial bagi kelompok perempuan dan petani miskin. Krisis konsumsi domestik serta tingginya angka pengangguran usia muda memaksa pemerintah memperluas cakupan program ini secara masif.
Ekspansi jaring pengaman sosial yang tidak terkontrol kini membebani ruang fiskal negara bagian dengan utang komersial yang mengkhawatirkan.
Pemerintah India dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga popularitas politik lewat subsidi atau mendanai infrastruktur pertumbuhan masa depan.
Baca Juga: Sinopsis Main Vaapas Aaunga, Film India Terbaru Diljit Dosanjh dan Sharvari
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
KPK Cecar Silmy Karim terkait Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA
-
Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir
-
Ratusan Mahasiswa Trisakti Kepung DPR Siang Ini, Bawa Tritura Baru dan Kritik Kinerja Pemerintah
-
Bomber Andalan Persib Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Selain Brasil
-
Akhir Pelarian Paulus Tannos? Agustus Jadi Penentu Kepulangan Buron e-KTP
-
Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG
-
Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan
-
Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik
-
Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader
-
Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai