- Bareskrim Polri menangkap Frans Antony, tokoh kunci jaringan internasional Fredy Pratama, di Malaysia.
- Frans berperan mengendalikan keuangan jaringan narkoba Fredy Pratama yang beroperasi di 14 provinsi di seluruh Indonesia.
- Polri terus melakukan pengembangan kasus melalui Operasi Escobar yang telah menangkap 65 tersangka jaringan narkoba tersebut.
Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri menangkap Frans Antony, sosok penting di balik jaringan bandar narkoba internasional Fredy Pratama.
Frans ditangkap di Malaysia dan saat ini tengah dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan penangkapan tersebut.
"Saat ini lagi dalam perjalanan dari Malaysia ke ndonesia," kata Eko kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan foto yang diterima Suara.com, Frans tampak digiring petugas di area bandara. Ia mengenakan sweater hitam, celana abu-abu, dan penutup kepala bermotif warna-warni.
Sejumlah petugas mengawal ketat proses pemulangannya ke Indonesia.
Polri menyebut Frans merupakan salah satu orang kepercayaan Fredy Pratama yang berperan mengendalikan keuangan jaringan narkoba tersebut.
Selain itu, Frans diketahui memiliki hubungan dekat dengan Fredy karena keduanya merupakan teman semasa SMA di Kalimantan Selatan.
Meski demikian, Bareskrim belum mengungkap secara rinci peran Frans dalam jaringan tersebut. Keterangan lengkap akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dilakukan.
Baca Juga: Ditemani Polwan, Momen dr Tifa Ujian S3 di Kantor Polisi usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi
Rekam Jejak Fredy Pratama
Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang diduga mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand.
Ia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO sejak 2014 dan disebut memiliki jaringan yang beroperasi di sedikitnya 14 provinsi di Indonesia.
Dalam upaya memburu Fredy, Polri membentuk tim khusus melalui Operasi Escobar. Dari operasi tersebut, puluhan anggota jaringan Fredy berhasil ditangkap.
Sejak September 2023 hingga Juli 2024, sebanyak 65 tersangka yang terhubung dengan jaringan Fredy Pratama telah diamankan. Mereka dijerat dengan perkara tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Penyidik memperkirakan perputaran uang jaringan tersebut mencapai Rp56 triliun.
Terbaru, polisi juga mengungkap jaringan Fredy Pratama di Kalimantan Selatan yang diduga mengendalikan distribusi narkoba ke wilayah Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Dalam pengungkapan itu, lima orang yang diduga menjadi kaki tangan Fredy turut ditangkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN
-
Roy Suryo Ditangkap Belum Sempat Mandi, Refly Harun Kecam Aksi 'Subuh' Polda Metro Jaya
-
Sekretariat DPRD DKI Jakarta Sosialisasi Pilah Sampah
-
Wamendagri Bima Dorong Lulusan IPDN Persiapkan Diri Menjadi Kepala Daerah Masa Depan
-
Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
-
Dosen Kuliah S3 Tetap Dapat Serdos, Pemerintah Jamin Hak Tidak Hilang Selama Studi
-
Perampok Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap usai Tikam Korban 7 Kali
-
Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow
-
Misteri 1 Hektare Tanah Fadia Arafiq, KPK Telusuri Aset Tersembunyi di Berbagai Titik
-
Respons Kunker Gibran Bareng Mahasiswa: Buktikan Bisa Bawa Perubahan untuk Rakyat