News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad (kedua kiri), menemui mahasiswa untuk memyampaikan langsung hasil negosiasi bersama para mahasiswa. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Pimpinan DPR RI bertemu perwakilan mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6/2026), guna menindaklanjuti berbagai aspirasi terkait kebijakan nasional.
  • Kepala Badan Gizi Nasional mengungkapkan potensi penghematan anggaran program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp70 triliun melalui efisiensi.
  • Menteri ESDM berkomitmen memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi, sementara DPR mengupayakan penyelesaian kasus hukum bagi sejumlah mahasiswa yang ditahan.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa membeberkan hasil audiensi antara pimpinan DPR dan perwakilan massa mahasiswa di Gedung DPR RI, Jumat (19/6/2026).

Dalam pertemuan yang digelar secara tertutup tersebut, pimpinan DPR langsung melakukan langkah konkret dengan menghubungi pejabat terkait guna menjawab keresahan mahasiswa secara langsung.

Saan menjelaskan bahwa tuntutan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) direspons oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. Dari komunikasi tersebut, terungkap adanya potensi efisiensi anggaran yang sangat besar.

"Tadi Pak Dasco komunikasi langsung dengan Kepala BGN, Bu Nanik. Dalam sisa waktu itu, ada penghematan terkait tata kelola MBG sekitar Rp70 triliun dari hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien," ujar Saan usai audiensi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Selain masalah anggaran program gizi, pimpinan DPR juga merespons isu sensitif mengenai kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan BBM bersubsidi yang dikeluhkan mahasiswa.

Saan menyebut Sufmi Dasco langsung menghubungi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di hadapan perwakilan mahasiswa.

"Pak Dasco sudah komunikasi dengan Menteri ESDM, didengar langsung juga oleh teman-teman mahasiswa. Menteri ESDM berjanji akan memenuhi kebutuhan BBM subsidi yang langka hasil temuan rekan-rekan mahasiswa dalam waktu yang singkat ini," tegas Saan.

Mahasiswa Universitas Trisakti menyampaikan peringatan keras kepada pemerintah usai melakukan audiensi dengan Pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, pada Jumat (19/6/2026). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Tak hanya soal kebijakan ekonomi, audiensi tersebut juga membahas persoalan hukum yang menjerat sejumlah aktivis kampus.

Saan menyampaikan bahwa Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman telah berkomunikasi dengan pihak terkait mengenai nasib 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang berstatus tersangka, serta dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sempat ditahan saat hendak berangkat menuju aksi demonstrasi.

Baca Juga: Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM

"Pak Habiburokhman sudah komunikasi, insyaallah nanti akan diselesaikan. Termasuk dua mahasiswa Mercubuana yang ditahan saat mau berangkat demo, mudah-mudahan segera dilepas," tambahnya.

Saan menekankan bahwa baik DPR maupun mahasiswa sepakat untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Menurutnya, stabilitas merupakan faktor kunci agar kebijakan yang diperjuangkan mahasiswa dapat terlaksana dengan baik tanpa mengganggu roda perekonomian.

"Semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas ini berdampak terhadap banyak faktor, dan ini juga menjadi salah satu tuntutan dari teman-teman mahasiswa," pungkasnya.

Load More